JagatSembilan.com | Bojonegoro – Lembaga Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) Bojonegoro kembali membuat langkah strategis dalam penguatan ekonomi kader melalui agenda bertajuk GEBRAKAN – Gerakan Bisnis Ranting dan PAC Ansor Kekinian yang digelar pada Kamis Legi, 29 Mei 2025 di Warung Sate BMW, Ngambon.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Bojonegoro, Mochamad Nurwahyudi, yang dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif BUMA dan menekankan pentingnya membangun basis data potensi usaha kader di seluruh wilayah Bojonegoro.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Jika kita punya data yang rapi dan jejaring yang kuat, maka potensi usaha kader akan semakin tumbuh dan menambah semangat berkhidmat kita di Ansor,” ujar Nurwahyudi.
Acara ini juga dihadiri oleh 14 PAC dan beberapa ranting terdekat, dengan forum diskusi dipimpin langsung oleh Sukarno, Sekretaris BUMA sekaligus owner dari BMW Group, tempat kegiatan berlangsung.
Dalam sambutannya, Choirul Anam, Ketua BUMA Ansor Bojonegoro, menyampaikan bahwa GEBRAKAN menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem bisnis kader yang terhubung dari ranting hingga PAC.
“Ini bukan sekadar ngopi, tapi gerakan nyata memetakan potensi usaha kader. Kita mulai dari wilayah barat dulu, nanti lanjut ke tengah dan timur. Harapannya, tiap PAC punya program ekonomi yang konkret,” ujarnya.
Beberapa poin penting yang dibahas dalam forum ini antara lain:
- Pemetaan potensi usaha kader di wilayah PAC dan ranting
- Tantangan yang dihadapi pelaku usaha kader (modal, legalitas, branding)
- Peran strategis BUMA dalam pelatihan, promosi, dan fasilitasi jejaring dagang
- Rencana digitalisasi usaha kader dan branding produk kolektif “Usaha Kader Ansor”
Agenda ini juga menghasilkan keputusan pembentukan Tim Wilayah Pemetaan Usaha Kader serta rencana pelatihan branding dan kemasan produk pada Juli mendatang. GEBRAKAN selanjutnya akan digelar di wilayah tengah, dengan konsep business matching dan showcase produk kader.
Dengan semangat guyub dan kolaboratif, BUMA berharap dapat menjadi jembatan dalam penguatan ekonomi kader serta mewujudkan kemandirian organisasi berbasis potensi lokal.














