Jagatsembilan.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memutuskan untuk memperpanjang penutupan Pasar Hewan di wilayahnya. Keputusan untuk memperpanjang tersebut terpaksa di lakukan karena masih banyaknya kasus penyakit kuku dan mulut (PMK) pada hewan ternak. Jumat (07/02/2025)
Menurut Kepala Bidang Kesehatan Hewan Ternak Dinas Peternakan Kabupaten Bojonegoro, Lutfie Nurrohman, penutupan pasar hewan tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit PMK pada hewan ternak.
“Penutupan kita perpanjang sampai tanggal 19 Febuari nanti, karena kasus PMK ini masih tinggi,” terang Lutfie Nurrohman kepada jagatsembilan.com
Lebih lanjut Lutfie Nurrohman menjelaskan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan penyebaran penyakit PMK, termasuk melakukan vaksinasi pada hewan ternak dan memantau kesehatan hewan ternak di kabupaten Bojonegoro.
“Kami telah melakukan 7050 vaksinasi pada hewan ternak, dan kita terus memantau kesehatan hewan ternak. Kami juga berharap bahwa masyarakat dapat membantu kami dalam mengendalikan penyebaran penyakit PMK dengan menjaga kesehatan hewan ternak mereka dengan cara mengeluarkan ternak ke halaman paling tidak 15 menit di terik matari,” tambahnya.
Dokter Hewan itu menambahkan, menurutnya peternak tidak perlu panik dengan adanya isu dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“PMK bisa disembuhkan, kalau hewan terlihat gejala PMK segera hubungi kita. Kalau mau di berikan pertolongan pertama ndak apa-apa tetapi pakailah bahan-bahan herbal, jangan memberikan obat-obatan kimia tanpa berkonsultasi dengan mantri atau dokter hewan.” pungkasnya.
Untuk di ketahui sampai saat ini, Jumat 7 Pebruari 2025 ada 768 ekor sapi yang terjangkit PMK, 40 ekor mati, dan, 269 ekor sapi sembuh.














