JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berusaha mengurangi angka kemiskinan di wilayahnya. Salah satunya adalah dengan pemberian bantuan domba kesejahteraan. Guna memaksimalkan bantuan itu, Pemkab Bojonegoro juga melakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) di enam tempat berbeda dengan jumlah peserta mencapai 984 orang.
Seperti hari ini Rabu (08/08/2024), Pemkab Bojonegoro melakukan Bimtek Pengelolaan Domba di Balai Desa Mayangkawis Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Untuk acara hari ini diikuti oleh 80 peserta, dari tiga desa di Kecamatan Balen. Tiga desa itu adalah Margomulyo 20 peserta, Ngadiluhur 30 Peserta dan Mayangkawis 30 peserta.
Drh. Catur Rahayu K. M. Si dalam keterangannya mengatakan, Maksud dan tujuan Bimbingan Teknis Program Domba Kesejahteraan itu adalah, pertama Memberikan informasi mengenai Program Domba Kesejahteraan.
“Kedua Menyelenggarakan pelatihan, pendidikan dan peningkatan SDM calon penerima manfaat Program Domba Kesejahteraan dan ketiga adalah untuk memberikan pengetahuan baru tentang budidaya domba,” Bu Catur sapaan akrab dari Drh. Catur Rahayu.
Bimtek itu sendiri dilaksanakan dalam enam kali pertemuan di enam tempat berbeda. Mulai kemarin, Rabu (07/08/2024) dan direncanakan selesai pada Rabu (14/08/2024) mendatang.
Bahwa Angka kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro tercatat masih lebih tinggi. dibandingkan dengan angka kemiskinan Provinsi Jawa Timur. Angka Kemiskinan Bojonegoro pada Maret tahun 2023 adalah 12,18 persen, sementara angka kemiskinan Jawa Timur sudah berada di angka 10,35 persen.
Untuk mengentaskan penduduk Bojonegoro dari Kemiskinan diperlukan sinergitas dari semua Satuan Kerja Perangkat Daerah sebagai pemangku kegiatan untuk membuat program yang mengarah pada upaya penurunan angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.
Upaya untuk penanggulangan kemiskinan yang ada di Kabupaten Bojonegoro terus dilaksanakan antara lain adalah dengan program peningkatan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat. Salah satu cara pemberdayaan masyarakat adalah mendorong dan memfasilitasi masyarakat berusaha di bidang peternakan.
Pembangunan peternakan di Kabupaten Bojonegoro selama ini pada dasarnya memegang peran cukup penting dan strategis dalam usaha peningkatan pendapatan dan kesejahteraan peternak dan keluarganya serta peningkatan konsumsi protein. hewani dan kontribusi pada Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Sumbangan Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang didalamnya terdapat sub sektor Peternakan adalah 10,82 persen terhadap PDRB.
Ada 4 strategi upaya menurunkan kemiskinan yaitu:
1. Pengurangan beban dan pengeluaran masyarakat miskin
2. Peningkatan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin.
3. Mengurangi kantong kemiskinan
4. Sinergi kebijakan program penanggulangan kemiskinan
Dinas Peternakan dan Perikanan berkewajiban untuk membantu peternak untuk meningkatkan produksi ternaknya baik berupa pembinaan, pelatihan dan fasilitasi sarana dan prasarana pengembangan usaha peternakan domba.
Berdasarkan pemikiran di atas, Dinas Peternakan dan Perikanan berupaya melakukan terobosan yang di tuangkan dalam “Program Domba Kesejahteraan”
Program ini memadukan sistem pengembangbiakan ternak domba dengan pemberdayaan masyarakat miskin dengan pendekatan kawasan. Ternak domba di jadikan Asset produktif untuk di kembangkan agar dapat meningkatkan kesejahteraan peternak miskin dari usaha peternakan.
Pendapatan dari Program Domba Kesejahteraan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat miskin, sehingga dapat mengentaskan mereka dari kemiskinan sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan di Bojonegoro.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat miskin dilakukan dalam berbagai tahapan, yaitu:
1. Memberikan bimbingan teknis dan pelatihan budidaya domba kepada masyarakat
2. Memberikan sarana dan prasarana budidaya domba kepada masyarakat miskin
3. Melaksanakan monitoring dan evaluasi serta fasilitasi pendampingan secara kontinyu kepala masyarakat miskin yang telah menerima bimbingan dan pelatihan serta bantuan sarana da prasarana budidaya domba.
Budidaya Domba dipilih sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat mengingat potensi sumberdaya manusia dan alam serta faktor pendukung lain yang ada dilingkungan masyarakat.
Untuk Program tersebut melalui Dinas Peternakan dan Perikanan akan di alokasikan pada Belanja Barang untuk Dijual/Diserahkan kepada Masyarakat dalam sub kegiatan Pengawasan Mutu benih/ Bibit ternak, Bahan Pakan/Pakan ternak/Tanaman skala.













