Di Tengah Zaman yang Kian Individualis, Pemuda Dusun Pakem Sleman Tetap Rawat Gotong Royong Lewat Komunitas Perdapa

JagatSembilan.com | Sleman – Semangat gotong royong terus dijaga oleh pemuda Dusun Pakem, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Mereka yang tergabung dalam komunitas Pemuda Perdapa (Perdapa) aktif membantu mensukseskan berbagai hajat warga, termasuk hajatan pernikahan.

Seperti terlihat pada Kamis (29/01/2026), puluhan muda-mudi Perdapa turut membantu mensukseskan hajat pernikahan anak dari Bejo, warga setempat. Dengan mengenakan seragam batik yang stylish, para pemuda tampak sigap dan ramah dalam melayani para tamu undangan. Dalam pelaksanaannya, anggota Perdapa bekerja secara koordinatif dan terstruktur.

Anggota Perdapa berjaga di tempat minum

Sebagian bertugas menjaga dan menyiapkan makanan, sementara lainnya mengantarkan hidangan kepada tamu. Kekompakan tersebut membuat seluruh rangkaian acara berjalan lancar.

Keberadaan komunitas Perdapa dinilai sangat inspiratif. Di tengah perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup generasi muda saat ini, kegiatan sosial berbasis gotong royong seperti yang dilakukan Perdapa tergolong semakin jarang dijumpai. Namun, para pemuda Dusun Pakem justru mampu menjaga tradisi kebersamaan tersebut tetap hidup dan relevan.

Sat-set, selesai acara dengan giat para anggota Perdapa membersihkan sampah

Khundori, selaku ahlul bait yang memanfaatkan tenaga komunitas Perdapa, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran para pemuda tersebut. Ia menilai Perdapa tidak hanya bekerja dengan baik, tetapi juga menunjukkan sikap sopan dan penuh tanggung jawab.

“Kami sekeluarga merasa sangat terbantu. Anak-anak muda Perdapa bekerja dengan rapi, tertib, dan penuh tanggung jawab. Pelayanannya ramah, sehingga tamu merasa nyaman. Ini sangat luar biasa dan patut diapresiasi,” ujar Khundori.

Sementara itu, Wakil Ketua Komunitas Perdapa, Sabri, menjelaskan bahwa setiap warga yang memiliki hajat dan ingin menggunakan tenaga Perdapa akan ditindaklanjuti dengan mendatangi langsung rumah sohibul hajat.

“Untuk memastikan jumlah tamu, dan apa saja yang harus dilakukan oleh sahabat muda-mudi Perdapa,” terang Sabri kepada JagatSembilan.com.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini anggota aktif Perdapa berjumlah sekitar 70 orang. Seluruh anggota masih lajang dan sudah bisa bergabung sejak duduk di bangku SMP kelas 3.

“Selain hajatan warga, kami juga membantu mensukseskan giat keagamaan yang ada di masjid atau mushola, semuanya dilakukan terukur dan menyesuaikan,” terang Sabri yang juga mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta itu.

Melalui kegiatan tersebut, komunitas Perdapa tidak hanya menjadi tenaga pendukung dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan kebersamaan, kepedulian sosial, serta teladan positif bagi generasi muda di lingkungan Dusun Pakem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *