JagatSembilan.com | Bojonegoro – Hj. Nurul Azizah dan Nafik Sahal dianggap berani lawan kedzoliman. Untuk itu sebanyak 250 anggota Tim Kaukus Perubahan Bojonegoro (KPB), hari ini, Minggu (09/06/2024) menggelar acara deklarasi pada Hj. Nurul Azizah dan Nafik Sahal.
Acara itu digelar di Harisa kafe, kawasan Kelurahan Jetak kita Bojonegoro. Hadir pada pada acara ini bakal calon wakil bupati, Nafik Sahal, Alham M. Ubey Ketua KPB dan 250 anggota KPB.
Alham M. Ubey Ketua Kaukus Perubahan Bojonegoro mengatakan, kenapa KPB mendukung Nurul- Gus Nafik, menurutnya dua sosok putra asli Bojonegoro ini merupakan sosok yang pemberani melawan kedholiman di Bojonegoro, lima tahun terakhir ini.
“Tentu, kami, tim kaukus perubahan ini tidak akan membiarkan sosok pemberani ini berjuang sendirian. Rakyat Bojonegoro akan membersamai Bu Nurul,” kata mantan wartawan RCTI ini.
Selain itu menurut Pria yang juga mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Bojonegoro itu mengatakan, karena rakyat Bojonegoro kini melek kenyataan.
“Jalan boleh bagus dan memang harus dibangun. Tapi kemiskinan dan kesejahteraan serta pendidikan rakyat juga harus ditingkatkan, jangan dianak tirikan,” kata ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Kabupaten Bojonegoro ini.
Alham berharap, seluruh rakyat Bojonegoro, ormas besar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Bojonegoro, berpihak pada kebenaran, tidak mendukung sosok yang dzolim, serba semu.
Alham yakin, NU dan Muhammadiyah yang selalu berdakwah anti kemungkaran dan kedzoliman pasti mendukung Nurul -Nafik, utk membawa Bojonegoro bermartabat.
Sementara itu Nafik Sahal dalam sambutannya menyampaikan bahwa rakyat Bojonegoro selama lima tahun ini seakan menjadi anak tiri bagi pemerintah kabupaten. “Anak bangsa Bojonegoro hanya bisa melihat dan mendengar, bahwa kekayaan Bojonegoro luar biasa. Yang menikmati orang luar, maka saya harap rakyat Bojonegoro menyadari hal ini,” katanya.
Infrastruktur, lanjut anggota fraksi PKB di DPRD Bojonegoro ini, memang dibangun. Tapi pelaksananya hampir semua dari luar, kroni penguasa. Sementara kontraktor lokal banyak yg mati,” tambahnya.
Maka, menurut pengasuh pondok pesantren At Tanwir, Talun, Sumberejo ini, rakyat Bojonegoro harus berusaha untuk bangkit dan berubah,” tandasnya.
Gus Nafik juga mengatakan bahwa jika rakyat Bojonegoro memberi amanah dan Alloh meridhoi Bu Nurul dan dirinya memimpin Bojonegoro, maka pembangunan ekonomi, pertanian. pendidikan dan kesehatan akan menjadi prioritasnya.
“APBD Bojonegoro ini delapan triliun. Dana ini harus digunakan untuk mensejahterakan dan mencerdaskan rakyat, jangan justru makin miskin,” jelasnya.














