JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dirangkai dengan Seminar Pengurus Cabang Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) NU Bojonegoro resmi dikukuhkan di Auditorium Hasyim Asy’ari Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro, Sabtu (16/05/2026). Hal itu menjadi momentum penguatan budaya riset, kajian, dan transformasi digital di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua LAKPESDAM NU Jawa Timur, Hari Nugroho, Wakil Rois Syuriah PCNU Bojonegoro, KH. Saifurrohmah Dimyati, perwakilan badan otonom NU tingkat cabang, perwakilan lembaga NU tingkat cabang, serta perwakilan LAKPESDAM tingkat MWCNU se-Kabupaten Bojonegoro.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua PCNU Bojonegoro, Dr. Nurul Huda menegaskan bahwa LAKPESDAM memiliki peran strategis sebagai pusat kajian atau “think tank” NU dalam merumuskan arah gerakan organisasi berbasis data dan penelitian.

LAKPESDAM Disebut Sebagai “Think Tank” NU
Menurut Nurul Huda, hasil penelitian tidak boleh berhenti di ruang seminar, melainkan harus ditindaklanjuti oleh seluruh elemen NU, mulai dari lembaga, badan otonom hingga MWCNU.
“NU ini think tank-nya Lakpesdam. Bekerjanya silent, tidak perlu panggung besar, tetapi hasil kajiannya menjadi dasar pertimbangan organisasi,” ujarnya.
“Hasil riset itu harus dibreakdown menjadi rencana tindak lanjut yang dilakukan semua stakeholder di NU,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa tradisi riset sebenarnya telah lama menjadi bagian dari khazanah keilmuan Islam. Ia mencontohkan bagaimana Imam Syafi’i melahirkan qaul qadim dan qaul jadid berdasarkan perubahan kondisi sosial masyarakat.
“Riset itu sudah dilakukan para ulama kita. Bahkan kaidah fikih dan maqashidus syariah lahir dari proses penelitian dan pengamatan yang panjang,” jelasnya.
NU Harus Adaptif terhadap Perubahan Generasi Digital
Nurul Huda mengingatkan bahwa NU harus mampu membaca perubahan pola pikir generasi muda yang kini banyak dipengaruhi media digital dan konstruksi informasi di media sosial.
“Kalau kita menjalankan NU hanya dengan gaya lama, bisa jadi kita akan ditinggalkan masyarakat. Generasi muda hari ini membangun realitas dari dunia digital,” tegasnya serius.
Ia menilai berbagai program organisasi harus benar-benar disusun berdasarkan hasil penelitian dan kebutuhan masyarakat, bukan sekadar asumsi internal.

Riset LAKPESDAM Temukan Paparan Radikalisme di Kampus
Sementara itu, Ketua LAKPESDAM NU Bojonegoro, Rizal Zubad Firdausi mengungkapkan bahwa sebelum pengukuhan pihaknya telah melakukan riset terhadap mahasiswa di Bojonegoro terkait persepsi dan paparan radikalisme.
Ia menyebut, dari 408 responden terdapat sejumlah mahasiswa yang mengaku pernah terpapar ajakan berpaham radikal.
“Dari 408 responden ada 10 yang mengaku pernah terpapar radikalisme,” ujarnya.
Menurut Rizal, bentuk paparan tersebut di antaranya berupa ajakan untuk tidak menghormati bendera Merah Putih dan sebagian besar terjadi di lingkungan kampus.
“Dari 10 itu, enam diajaknya di dalam kampus. Ini menunjukkan wilayah kampus menjadi tempat yang menarik untuk penyebaran radikalisme,” jelasnya.
Seminar Hadirkan Pemapar Hasil Penelitian
Rizal mengatakan hasil penelitian tersebut akan dipaparkan lebih detail dalam seminar bersama narasumber peneliti dan panelis dari kalangan akademisi maupun pengurus NU.
“Nanti akan dijelaskan lebih detail dalam seminar bersama narasumber penelitinya,” katanya.
LAKPESDAM Siapkan Program Digital dan AI untuk NU
Selain fokus pada riset dan pengembangan kajian, Rizal juga memaparkan sejumlah program transformasi digital yang akan dijalankan LAKPESDAM NU Bojonegoro.
Salah satunya adalah penyediaan domain gratis turunan dari situs NU Bojonegoro bagi lembaga dan komunitas di lingkungan NU.
“Ke depan insyaallah kami akan menyediakan domain gratis turunan dari nubojonegoro.org.id,” katanya.
Tak hanya itu, LAKPESDAM NU Bojonegoro juga mulai mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di lingkungan organisasi dengan memfasilitasi akses Gemini Pro bagi MWCNU, lembaga, dan badan otonom.
“Kami akan memfasilitasi Gemini Pro. Nanti akan dibuat lima akun untuk MWC yang bisa dipakai bersama dan diakses gratis,” tambahnya.

Rizal menyebut, program tersebut merupakan bagian dari sekitar 30 program kerja yang telah disiapkan LAKPESDAM NU Bojonegoro untuk memperkuat tradisi intelektual, riset, dan pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Nahdlatul Ulama.













