JagatSembilan.com| Bojonegoro – Sebuah spanduk bertuliskan Fatayat Peduli Lingkungan terpasang di dinding sebuah rumah yang merupakan tempat Ketua PAC Fatayat NU Desa Tengger tinggal. Sementara hampir seratusan ibu-ibu berkerudung putih tampak antusias mengerubuti dua orang mentor yang sedang mengajarkan sesuatu, hal itu berlangsung tepat saat perayaan 1 Muharram di lokasi yang termasuk dalam Wilayah Desa Tengger, Kecamatan Ngasem.
“Kami sengaja mendatangkan dua mentor untuk memberikan pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi barang-barang yang lebih bermanfaat,” kata Sri Mumpuni, selaku Ketua PAC Fatayat NU Ngasem.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota Fatayat setempat dikenalkan mengenai manfaat eco enzyme yang berbahan dasar kulit buah ataupun sayuran limbah rumah tangga. Berlangsung sekira tiga jam, selain dijelaskan dan dikenalkan mengenai manfaatnya, mereka juga diajak praktik langsung cara membuatnya. Sedianya pelatihan tersebut hanya diperuntukkan bagi 20 orang, namun ternyata antusiasme ibu-ibu Fatayat sangat tinggi.
“Kami senang sekali dapat menularkan pengetahuan tentang pengolahan limbah ini, lebih senang lagi ketika melihat antusiasme mereka,” kata Eny Fuji Lestari, pegiat eco enzyme yang menjadi salah satu mentor mereka. Peserta pelatihan mengaku terkejut, ternyata limbah rumah tangga yang banyak ditemui memiliki berjuta manfaat.
“Dari penjelasan dan pengalaman yang disampaikan, kami jadi paham cara pembuatannya. Yang membuat kami bersemangat tentu selain mudah pembuatannya juga tentang manfaatnya,” ujar Adis Mualifah, salah satu anggota Fatayat yang ikut menjadi peserta. Ia mengatakan, selain ternyata bagus untuk lingkungan dirinyapun sempat melihat dan merasakan langsung manfaat eco enzyme.
“Sebelumnya saya sempat dolan ke rumah mentor. Kemudian diberi cairan eco enzyme untuk mengusir tikus, sangat manjur. Bahkan saya diberi tahu bahwa cairan yang sama dapat digunakan untuk anti septic, pembersih udara, pengurai bakteri, hingga perawatan luka ataupun untuk kebersihan tubuh dan masih banyak lagi,” tambahnya.
Selain mengenai eco enzyme, peserta juga diajarkan secara langsung mengolah limbah minyak goreng (jelantah) menjadi sabun cuci hingga membuat sabun mandi berbahan aneka tumbuhan yang berada di sekitar tempt tinggal. Kegiatan yang juga dihadiri Ketua PKK Kecamatan Ngasem itu digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas para anggota Fatayat PAC NU Desa Tengger.













