Forum Kabupaten Sehat Bojonegoro Gelar Rapat Koordinasi Bersama Penasehat dan Pembina

Rapat Koordinasi Tim Pembina Kabupaten Sehat dan Forum Kabupaten Sehat

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Tim Pembina Kabupaten Sehat bersama Forum Kabupaten Sehat (FKS) Bojonegoro menggelar rapat koordinasi pada Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi capaian kinerja sekaligus penyusunan rencana kerja tahun 2025–2028, bertempat di Creative Room Lantai 6 Gedung Pemkab Bojonegoro.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Asisten Daerah Joko Lukito, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ninik Susmiati, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bojonegoro, serta Ketua Forum Kabupaten Sehat Bojonegoro drg. Sofan Solikin beserta jajaran pengurus.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ninik Susmiati menyampaikan bahwa berdasarkan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) oleh pemerintah pusat, saat ini Kabupaten Bojonegoro berada pada level Padapa. Ke depan, diharapkan Bojonegoro mampu meningkatkan capaian ke Miwerda, bahkan Wistara, dengan memenuhi seluruh kriteria penilaian yang telah ditetapkan.

“Ini menjadi PR besar bagi Tim Pembina Kabupaten Sehat maupun Forum Kabupaten Sehat. Saat ini FKS juga telah melakukan penyegaran kepengurusan dengan banyak wajah baru,” jelas Ninik.

Ia menambahkan, rapat koordinasi ini bertujuan untuk mensinkronkan program-program antara Tim Pembina Kabupaten Sehat dan Forum Kabupaten Sehat, sehingga pelaksanaan program pemerintah dapat berjalan optimal dan terintegrasi.

Nurul Azizah Wakil Bupati Bojonegoro saat memberikan sambutan dan arahan pada rapat koordinasi Tim Pembina Kabupaten Sehat dan Forum Kabupaten Sehat

Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan sangat dipengaruhi oleh indikator kesehatan, salah satunya angka harapan hidup. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka harapan hidup masyarakat Bojonegoro saat ini mencapai 72 tahun untuk laki-laki dan 74 tahun untuk perempuan.

“Ini menunjukkan indikator kesehatan kita cukup baik, namun tetap harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Nurul Azizah juga memaparkan sejumlah target strategis Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2026, di antaranya Bojonegoro bebas TBC, penurunan angka stunting, seluruh masyarakat memiliki akses listrik, serta tidak ada lagi anak usia sekolah yang putus sekolah.

“Saat ini masih terdapat 4.123 anak usia sekolah yang belum bersekolah, dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Selain aspek kesehatan, ia menyoroti pentingnya lingkungan sehat, termasuk pemenuhan rumah layak huni. Masih ditemukannya rumah warga dengan lantai tanah dinilai perlu penanganan bertahap melalui usulan program Cipta Karya agar dapat diplester.

Wakil Bupati juga menekankan komitmen ODF atau tidak buang air besar sembarangan. Salah satu tantangan utama adalah belum tersedianya Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kabupaten Bojonegoro.

“IPLT sangat penting, mengingat jumlah penduduk Bojonegoro mencapai sekitar 1,3 juta jiwa. Limbah tinja harus dikelola dengan benar agar tidak mencemari lingkungan, sungai, maupun Bengawan Solo yang juga dimanfaatkan sebagai sumber air,” jelasnya, seraya berharap adanya gerakan dan usulan konkret dari Forum Kabupaten Sehat terkait pembangunan IPLT ke depan.

Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan rencana kerja Forum Kabupaten Sehat oleh drg. Sofan Solikin. Ia menekankan pentingnya penguatan organisasi, pelatihan hingga tingkat Pokja desa, serta pembentukan forum komunikasi kecamatan sehat agar seluruh unsur memahami tugas dan perannya.

drg. Sofan Solikin Ketua Forum Kabupaten Sehat saat menyampaikan programnya

Selain itu, drg. Sofan juga menyoroti pentingnya dokumentasi kegiatan. Menurutnya, pada penilaian sebelumnya, Forum Kabupaten Sehat kerap terkendala minimnya dokumen pendukung yang belum tersedia atau belum terunggah.

“Kami juga menilai perlu adanya website Forum Kabupaten Sehat sebagai media sosialisasi, serta penguatan legalitas forum melalui Kemenkumham atau akta notaris,” jelasnya.

Ia menambahkan, rencana kerja FKS akan diselaraskan dengan indikator penilaian Kabupaten/Kota Sehat yang dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.

“Alhamdulillah, Ibu Kepala Dinas Kesehatan telah memberikan fasilitas kantor bagi kami, sehingga memudahkan Forum Kabupaten Sehat untuk berkumpul, berdiskusi, serta bertukar ide dan gagasan,” pungkasnya.

Pada sesi diskusi, berlangsung dialog interaktif berupa tanya jawab dan arahan dari Asisten Daerah Joko Lukito. Ia menyampaikan bahwa rencana kerja Forum Kabupaten Sehat sangat selaras dengan program-program di OPD terkait dan dapat terus dikomunikasikan.

Terkait pengembangan website, Joko Lukito menyebutkan bahwa hal tersebut dapat difasilitasi melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Kominfo, termasuk dukungan pelatihan di tingkat Pokja desa dan forum komunikasi kecamatan sehat.

Dengan keterlibatan tenaga muda, Asisten Daerah I optimistis program Forum Kabupaten Sehat dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Kegiatan ditutup dengan ramah tamah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *