JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bojonegoro menggelar Jagong Sahabat Tani dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Selasa (24/9/2026). Kegiatan yang mengangkat tema “Pemuda Berdaya, Tani Sejahtera, Bojonegoro Berdaulat Pangan” tersebut berlangsung di Agrowisata TPG Pilanggede, Kecamatan Balen, Bojonegoro.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi kader GP Ansor dan Banser untuk menggali potensi sektor pertanian sekaligus membangun jejaring dan sinergi dalam pengembangan ekonomi kader, khususnya mereka yang bergerak sebagai petani.
Sejumlah tokoh dan pengurus hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Zaenal Fanani Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Huda selaku Direktur Utama BUMD Pangan Mandiri Bojonegoro, Prasetyo selaku Direktur Bidang Kepatuhan Bank BPR Bojonegoro dan Slamet Juwanto ADM Perhutani Bojonegoro.
Nampak hadir juga Ketua PC GP Ansor Bojonegoro Mochamad Nurwahyudi, Kasatkorcab Banser Bojonegoro Moh. Muhtadin, Sekretaris PC GP Ansor Bojonegoro Imam Hambali, serta Bendahara PC GP Ansor Bojonegoro Abdulloh Mukafi.
Selain itu, kegiatan juga diikuti perwakilan GP Ansor tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Bojonegoro dan perwakilan Satkoryon Banser se-Kabupaten Bojonegoro.
Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Mochamad Nurwahyudi, mengatakan kegiatan Jagong Sahabat Tani digelar karena sektor pertanian memiliki potensi besar di kalangan kader Ansor dan Banser. Ia menyebut, berdasarkan database kader PC GP Ansor Bojonegoro, terdapat 4.723 kader yang terdata. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen bergerak di bidang pertanian.
“Sahabat-sahabat semua, bapak-bapak pemateri yang kami banggakan, pada sore hari ini sengaja kita ambil tema tentang Jagong Tani, karena kalau kami membaca di database kami, di database kami itu terdaftar 4.723 kader, baik Ansor ataupun Banser di database kami. Nah, dari 4.000 sekian itu, 60%-nya bergerak di bidang pertanian atau secara sosial ekonominya itu adalah petani. Jadi kader-kader kita 60% adalah petani yang bergelut di bidang pertanian,” terang Nurwahyudi.
Menurut Nurwahyudi, selain petani, sekitar 20 persen kader bergerak di bidang pendidikan sebagai guru, 10 persen wirausaha, dan 10 persen lainnya merupakan PNS atau ASN.
Kondisi tersebut, lanjut dia, menunjukkan besarnya potensi kader Ansor dan Banser untuk ikut mengembangkan sektor pertanian di berbagai wilayah Bojonegoro.
“Artinya, melihat statistik kader kami, potensi untuk pengembangan pertaniannya itu cukup besar, modal,” ujarnya.
Ia menambahkan, hampir di setiap kecamatan terdapat kader yang memiliki aktivitas di bidang pertanian. Potensi tersebut dinilai perlu diramu dan dikoordinasikan agar mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan kader.
“Ini tinggal kita meramu, tinggal kita kemudian mengkoordinasi dan tinggal kita memajerial bagaimana agar sahabat-sahabat kita yang notabene bergerak di pertanian atau petani ini, pertaniannya bisa berkembang dan juga bisa kemudian meningkatkan taraf ekonomi dari sahabat-sahabat kita yang ada di pelosok-pelosok desa,” jelasnya.
Nurwahyudi juga menyebut beragam komoditas yang digeluti kader Ansor dan Banser, mulai dari jagung, melon, padi hingga tembakau. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan PC GP Ansor Bojonegoro memilih mengisi momentum Hari Tani dengan kegiatan yang memberikan wawasan dan inspirasi bagi kader.
“Daripada kita hanya latihan gabungan baris berbaris, maka alangkah lebih baiknya kita isi dengan materi-materi yang nantinya bisa memberikan wawasan, inspirasi untuk pengembangan baik konteks ekonomi ataupun skill sahabat-sahabat di bidang pertanian,” tegasnya.
Dorong Tindak Lanjut dan Sinergi
Lebih lanjut, Nurwahyudi menegaskan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai forum diskusi. Ia berharap muncul rencana tindak lanjut yang berkelanjutan setelah kegiatan Jagong Sahabat Tani.
“Kami berharap bahwa di hasil pertemuan pada sore hari ini harus ada rencana tindak lanjut yang berkelanjutan. Artinya, pertemuan ini tidak hanya formal acara saja. Tapi harus ada tindak lanjut yang jelas,” harapnya.
Menurutnya, potensi besar yang dimiliki kader harus dimanfaatkan untuk kemanfaatan bersama. Karena itu, pihaknya berharap ada sinergi dengan berbagai pihak, termasuk sektor pangan dan lembaga keuangan.
“Bahwa potensi yang besar itu harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemanfaatan kita seluruhnya dan juga jangan sampai potensi yang besar itu disia-siakan,” pintanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan membutuhkan dukungan permodalan. Karena itu, kehadiran perwakilan lembaga keuangan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka peluang sinergi bagi kader.
“Nanti, dari inspirasi dari Dinas Pertanian, kemudian mungkin nanti dari BUMD Pangan kita tunggu program-programnya dan sinerginya untuk kita semua, dan yang paling penting setiap hal yang kita lakukan tentang kesejahteraan pasti butuh modal. Nah, ini juragan modalnya sudah ada di sini.” pungkasnya.(Red)














