Gus Halim Nikmati Mie Ayam Legendaris di Bojonegoro, Soroti Pentingnya Konsistensi UMKM

Gus Abdul Halim Iskandar makan Mie Ayam Bakso Yudhi Solo di Bojonegoro didampingi pengurus DPC PKB Bojonegoro.
Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar menikmati Mie Ayam Bakso "Yudhi Solo" di Bojonegoro, Rabu (5/8/2026), didampingi Ketua DPC PKB Bojonegoro Fauzan Fuadi, Sekretaris DPC PKB Abdulloh Umar, jajaran pengurus PKB, serta anggota Fraksi PKB DPRD Bojonegoro.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Ketua DPW PKB Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar, menyempatkan diri menikmati kuliner lokal di sela kegiatannya di Bojonegoro dengan menyantap Mie Ayam Bakso “Yudhi Solo”, yang berlokasi di Jl. Teuku Umar Bojonegoro. Rabu (05/08/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Halim didampingi Ketua DPC PKB Bojonegoro Fauzan Fuadi, Sekretaris DPC PKB Bojonegoro Abdulloh Umar, jajaran pengurus DPC PKB Bojonegoro, serta anggota Fraksi PKB DPRD Bojonegoro.

Suasana makan siang berlangsung santai dan penuh keakraban. Gus Halim tampak menikmati semangkuk mie ayam yang dikenal sebagai salah satu kuliner favorit masyarakat Bojonegoro.

Usai menyantap hidangan, Gus Halim mengaku sudah pernah mencoba mie ayam tersebut pada kunjungan sebelumnya ke Bojonegoro. Menurutnya, cita rasa Mie Ayam Bakso “Yudhi Solo” memiliki karakter klasik yang kini mulai sulit ditemukan.

“Sekali makan langsung saya bilang, rasa ini tidak boleh hilang. Ini rasa yang memang cukup klasik. Mie ayam dulu hampir rata-rata seperti ini rasanya, cuma sekarang sudah banyak yang berubah,” ujar Gus Halim.

Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu menilai salah satu kunci keberhasilan pelaku UMKM adalah menjaga konsistensi kualitas produk.

“Kata kuncinya adalah konsisten. Bagi UMKM apa pun itu, kalau membuat produk harus konsisten supaya pelanggan merasa aman dan yakin ketika datang akan mendapatkan kualitas yang diharapkan,” katanya.

Gus Halim juga menyampaikan harapannya agar pelaku UMKM di Bojonegoro terus meningkatkan daya saing dengan menjaga kesinambungan produksi.

Menurutnya, banyak UMKM mampu menghasilkan produk berkualitas dan diminati pasar, namun kerap menghadapi persoalan ketika permintaan meningkat.

“Permasalahan UMKM yang sering saya temui ada dua, yaitu konsistensi dan sustainabilitas. Ketika produknya bagus lalu dibutuhkan pasar, sering muncul masalah baru, yaitu keberlanjutan produksi. Kadang barang ada, kadang tidak, sehingga pasar menjadi terganggu,” ungkapnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pelaku UMKM perlu menjaga kualitas produk sekaligus memastikan ketersediaan produksi agar kepercayaan konsumen tetap terpelihara.

Kunjungan sederhana tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Gus Halim terhadap keberadaan UMKM kuliner lokal yang terus berkembang di Kabupaten Bojonegoro. Dengan menjaga kualitas dan keberlanjutan usaha, ia optimistis UMKM mampu menjadi penggerak utama perekonomian daerah.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *