JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro hari ini, Jumat (07/06/2024) gelar Pembinaan Penguatan Kelembagaan Peternak Ayam Petelur. Hadir dalam acara itu Hj. Nurul Azizah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro.
Hj. Nurul Azizah Sekda Kabupaten Bojonegoro dalam sambutannya mengatakan, dirinya mewakili Pj Bupati Bojonegoro, dalam acara Penguatan Kelembagaan Peternak Ayam Petelur yang bertempat di Ruang Aula Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro.

“Peluang usaha peternakan semakin meningkat, maka harus semakin menumbuhkan semangat untuk berternak,” kata Mbak Nurul sapaan akrabnya.
Pada acara itu Perempuan asli Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro itu juga menambahkan, acara itu merupakan kesempatan yang bagus di mana peternak ayam petelur di Kabupaten Bojonegoro berkumpul.
“Saya berpesan kepada seluruh peternak ayam telur untuk membentuk suatu kelompok ekonomi, bisa dalam bentuk Kelompok Tani Ternak, Asosiasi, Paguyuban maupun Koperasi,” terangnya.
Selain itu, perempuan yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai camat terbaik se Jawa Timur itu juga menambahkan, dengan adanya asosiasi, paguyuban, kelompok tani ternak maupun koperasi harapannya dalam pengadaan bahan pakan ternak dapat dikoordinir oleh perkumpulan tersebut.
“Sehingga mendapatkan harga yang lebih rendah dibandingkan jika membeli secara perseorangan,” terang Perempuan ramah itu.
Mbak Nurul berharap, semoga semua peternak ayam petelur selalu semangat dalam meningkatkan kemampuan diri, serta menjalin relasi dan komunikasi serta memanfaatkan media-media online.
“Untuk memasarkan dan mempromosikan Produk Peternakan Bojonegoro.” pungkasnya.
Sementara itu Drh. Catur Rahayu Kepala Dinas Peternakan dan perikanan dalam laporannya menyebutkan, maksud dan tujuan pertemuan kali ini adalah untuk penguatan kelembagaan peternak ayam petelur di Bojonegoro dengan pembentukan paguyuban, asosiasi dan kelompok tani ternak.
“Selain itu untuk peningkatan ilmu bagi peternak ayam petelur (dari Hulu sampai Hilir) dan peluang bisnis dan pemasaran serta pengolahan,” terang Bu Catur sapaan akrabnya.
Peserta Pertemuan Pembinaan Peternak Ayam Petelur sebanyak 82 peternak ayam petelur se Kabupaten Bojonegoro.
“Pertemuan kali ini kami khususkan untuk peternak ayam petelur. Hal ini disebabkan pengembangan ayam petelur di Bojonegoro menjadi bagian program prioritas Bojonegoro dalam mendukung peningkatan pendapatan masyarakat karena itu usaha ayam petelur masih menjadi usaha yang menjanjikan. Ayam Petelur menjadi salah satu indikator Inflasi Daerah,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Bu Catur juga menerangkan, Populasi ayam petelur di Kabupaten Bojonegoro akhir tahun 2023 sebanyak 127.012 ekor dimana dengan jumlah produksi telur ayam ras sebanyak 3.451 ton. Kebutuhan Telur Bojonegoro masih defisit dari sisi produksi dan ketersediaan jika hanya dipenuhi dari Kabupaten Bojonegoro akan tetapi ketersediaan di pasar terjaga antara lain karena mendatangkan komoditas tersebut dari luar daerah.
“Sehingga masih menjadi peluang usaha bagi peternak petelur untuk meningkatkan produksinya,” imbuhnya.
Bu Catur juga mengatakan, pada tahun ini dilaksanakan pemberian bantuan percontohan pakan ayam petelur dan obat – obatan dengan harapan untuk supporting Peternak ayam petelur semakin termotivasi untuk terus mempertahankan kualitas dan kuantitas Ayam petelurnya sehingga nantinya kebutuhan telur yang ada di Kabupaten Bojonegoro dapat terpenuhi secara keseluruhan dan nantinya menjadi usaha peternakan yang menjadi unggulan di Kabupaten Bojonegoro selain dari ternak sapi potong.
“Bahan Percontohan pakan konsentrat untuk 82 peternak yang saat ini kandang masih ada ternak dengan kriteria memiliki ternak sama dengan atau 4.000 ekor kebawah dengan rincian pertama pakan konsentrat sebanyak 100 kg, kedua Jagung giling sebanyak 100 kg,” tambahnya.
Bu Catur berharap, pertemuan itu dapat memberikan manfaat dan memberikan tambahan ilmu bagi peternak – peternak ayam petelur dan juga menjadi forum silaturahmi bagi peternak – peternak ayam petelur Bojonegoro sehingga dapat lebih memperkuat kelembagaan melalui Asosiasi Peternak Ayam Petelur, sehingga punya bargaining posisi yang kuat. Dengan jargon “Bangga Beli Telur Bojonegoro, Mergo Telur Kabeh Dadi Dulur”.













