Jagatsembilan.com | Bojonegoro – Hj. Nurul Azizah Ketua Badan Koordinasi Majlis Taklim Masjid-Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Kabupaten Bojonegoro menyampaikan tiga program unggulan BKMM-DMI Bojonegoro. Program-program itu disampaikan saat acara pengukuhan dan pembinaan Badan Kesejah Masjid (BKM) dan DMI tingkat desa di enam Kecamatan. Minggu (19/11/2023).
Menurut perempuan yang juga seorang Sekda Perempuan pertama kabupaten Bojonegoro itu program pertama yakni pembinaan internal.
Perempuan asli Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro itu juga menanyakan, berapa bulan sekali kepada yang hadir.
“Enaknya untuk pembinaan dilaksanakan satu bulan sekali, atau tiga bulan sekali atau enam bulan sekali ya?,” tanya Bu Nurul sapaan akrabnya.
Kemudian hadirin lebih banyak menjawab tiga bulan sekali. “Ya Bapak-bapak tiga bulan sekali ya? Ini sama dengan kemarin yang juga menginginkan tiga bulan sekali untuk pembinaan,” terang Bu Nurul.
Bu Nurul menegaskan bahwa program itu merupakan sinergi BKM dan DMI Kabupaten Bojonegoro.
Program kedua yakni akan bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Menurutnya tujuannya adalah mencari bibit-bibit qori’-qori’ah yang ada di tingkat Kecamatan untuk dibina, waktu MTQ bisa menjadi duta atau perwakilan Kabupaten Bojonegoro.
Pada kesempatan itu Bu Nurul juga bercerita adanya warga Bojonegoro yang mewakili kabupaten Tuban dan menang di tingkat provinsi tahun 2022.
“Dia menang mewakili Kabupaten Tuban tetapi dia orang Kabupaten Bojonegoro,” terangnya.
Selain itu pada tahun 2023 ini juga ada warga Kabupaten Bojonegoro yang mewakili kabupaten Lamongan.
“Putranya Pak Nurul Huda mewakili Kabupaten Lamongan dan menang di tingkat provinsi atas nama Kabupaten Lamongan. Padahal beliau orang Bojonegoro,” terangnya.
Bu Nurul menegaskan, hal seperti itu kedepan semoga tidak terjadi lagi dengan cara mengakomodir dan membina sebagai wakil dari Kabupaten Bojonegoro.
Program ketiga menurut Bu Nurul adalah sinergi dengan pihak kepolisian. Menurutnya sesuai data BPS warga Bojonegoro yang mempunyai HP 68.8%. Selain itu menurutnya, data kejahatan saat ini meningkat. Selain itu penggunaan narkoba juga meningkat.
“Maka kami akan bersinergi dengan Polres untuk melaksanakan pembinaan kepada generasi muda supaya berakhlaqul karimah,” tambahnya.
Acara itu juga dihadiri oleh Drs. H. Hanafi Ketua DMI Bojonegoro, Abdul Wahid Kepala Kantor Kemenag Bojonegoro, Kepala Bagian Kesra Kabupaten Bojonegoro, Camat Temayang, serta ratusan pengurus DMI dan BKM tingkat Kecamatan dan Desa.














