JagatSembilan.com | Bojonegoro – Kegiatan Halal Bihalal GP Ansor Bojonegoro menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi kader. Selain silaturahmi, agenda ini juga dirangkai dengan sosialisasi program usaha Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) yang berkolaborasi dengan PT BPR Bank Daerah Bojonegoro (Perseroda).
Kegiatan itu dilaksanakan di Aula PCNU Bojonegoro hari ini, Kamis (09/04/2026) dengan dihadiri oleh Didik Purwanto Bagian Perkreditan PT BPR Bank Daerah Bojonegoro dan jajarannya. Dari GP Ansor nampak hadir ada Mochamad Nurwahyudi Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Imam Hambali Sekretaris, Abdulloh Mukafi Bendahara dan Moh. Muhtadin Kasatkorcab Banser Bojonegoro serta jajaran PC GP Ansor lain.
Pada kegiatan itu juga dihadiri oleh Choirul Anam Ketua Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) serta perwakilan PAC GP Ansor se kabupaten Bojonegoro.

Ketua PC GP Ansor Bojonegoro, Mochamad Nurwahyudi, menegaskan bahwa ini merupakan bagian usaha untuk kemandirian organisiasi.
Ia juga menerangkan, bahwa tidak semua PAC memiliki kesiapan di bidang usaha. Oleh karena itu, pihaknya akan memaksimalkan kader yang siap bergerak di sektor ekonomi, khususnya dalam distribusi produk unggulan.
“PAC tidak seluruhnya semua punya usaha atau berkecimpung di bidang usaha. Makanya nanti kalau BUMA-nya tidak siap atau anggota yang khusus ekonomi terlalu sibuk, maka kita pilih kader yang siap untuk menjadi agen Ecovite, karena motor utama kita adalah distribusi Ecovite,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang pengembangan usaha lain ke depan, seperti program transportasi, hingga pemasaran produk-produk hasil PAC secara kolektif.
“Nanti ketika omsetnya semakin besar dan butuh modal lebih besar, maka itu bisa ditindaklanjuti bersama BPR,” imbuhnya.
Sementara itu, dari sisi distribusi produk, Ketua Tim Distributor Ecofit, Abdulloh Mukafi, menjelaskan bahwa strategi pemasaran Ecofit bertumpu pada kekuatan kultural warga Nahdliyin di Bojonegoro.
“Ecofit hadir dengan strategi mengandalkan loyalitas kultural warga Nahdliyin di Bojonegoro. Dengan tingginya frekuensi kegiatan seperti pengajian, tahlilan hingga hajatan, permintaan pasar sangat stabil tanpa perlu edukasi yang rumit,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan bukan menciptakan kebutuhan baru, melainkan mengalihkan konsumsi ke produk internal komunitas.
“Kami tidak perlu menciptakan kebutuhan pasar; kami hanya perlu mengalihkan konsumsi ke produk komunitas kita sendiri,” ungkapnya.
Untuk menjangkau berbagai segmen pasar, Ecofit menghadirkan beberapa varian produk, mulai dari botol 600 ml untuk kebutuhan harian, botol 220 ml untuk kegiatan formal, hingga kemasan cup 220 ml yang lebih ekonomis untuk acara skala besar seperti pengajian dan hajatan.
Dari sisi kemitraan, Ecofit membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui dua jalur distribusi, yakni agen reguler dan agen besar (distributor area). Skema ini menawarkan potensi keuntungan dengan modal yang relatif terjangkau serta sistem distribusi yang telah terstruktur.
Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa sistem distribusi ini tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga memiliki dampak sosial bagi warga Nahdliyin.
“Keuntungan yang dihasilkan akan dibagi untuk kesejahteraan agen lokal dan pendanaan program-program kemandirian umat di bawah naungan PCNU Bojonegoro,” jelasnya.
Dengan konsep pasar yang sudah terbentuk kuat di tingkat komunitas, Ecofit diyakini mampu menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi berbasis jaringan sosial di Bojonegoro.
Di sisi lain, pihak BPR Bank Daerah Bojonegoro turut menghadirkan solusi pembiayaan melalui program Kartu Pedagang Produktif (KPP). Program ini menawarkan pinjaman hingga Rp25 juta dengan bunga ringan 0,5 persen per bulan dan tenor maksimal tiga tahun.
Sinergi antara GP Ansor, BUMA, Ecofit, dan BPR ini diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi kader yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kemandirian umat di Kabupaten Bojonegoro.














