Hangat, Suasana Silaturahim Mensesneg di Pondok Pesantren Al-Rosyid

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Prof. Dr. H. Pratikno Mensesneg RI hari ini Rabu (21/08/2024) gelar silaturahim ke Pondok Pesantren Al-Rosyid Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Pratikno yang juga kakak kandung Setyo Wahono (Cabup) Kabupaten Bojonegoro itu disambut hangat oleh KH. Alamul Huda Masyhur Pimpinan Pondok Pesantren Al-Rosyid.

Nampak ikut menyambut juga KH. Shofiulloh Masyhur Pengasuh Ponpes Al-Rosyid, Mbah Nyai Malikah Masyhur istri pendiri Pondok, KH. Muna’amul Khoir Dimyati Pengasuh Ponpes Abu Dzarrin, KH. Ainur Rofiq Pengasuh Ponpes Al Aziz.

Nampak hadir juga ada jajaran dewan asatidz-asatidzah Ponpes serta ratusan santri Ponpes Al-Rosyid.

Pratikno disambut dengan tari Saman berasal dari Aceh yang diperagakan oleh puluhan santri. Pratikno nampak menikmati tari-tarian santri Al-Rosyid.

Pratikno yang asli dari Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro itu kemudian masuk ke ruang tamu didampingi KH. Alamul Huda Masyhur.

Pratikno sungkem ke Mbah Nyai Malikah Masyhur

Nampak pemandangan yang menentramkan hati yaitu ketika Pratikno nunduk ketika jabat tangan dengan Mbah Nyai Malikah Masyhur.

KH. Alamul Huda Masyhur dalam keterangannya mengatakan, kunjungan Pratikno itu mendadak. Gus Huda sapaan akrab KH. Alamul Huda Masyhur menambahkan, walau mendadak kita berharap adanya kebaikan atau keberkahan dari kunjungan itu.

“Kita tadi bicara pendidikan, karena pendidikan itu adalah barometer maju atau tidaknya sebuah negara atau daerah. Maka kita sampaikan kepada Mensesneg kita terus melakukan inovasi untuk menciptakan generasi yang unggul guna menjadi generasi harapan bangsa,” kata Gus Huda.

Gus Huda juga mengatakan, dengan adanya Pratikno yang asli Bojonegoro, pendidikan di Bojonegoro lebih diperhatikan, apalagi APBD Bojonegoro sangat besar.

“Maka sangat layak dan seharusnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Bojonegoro. Baik itu formal maupun informal semua pendidikan harus dapat perhatian lebih,” tambah Gus Huda yang juga Ketua MUI Bojonegoro itu.

Gus Huda juga mengatakan, sungguh ironis bila APBD yang sangat besar, pendidikannya kurang diperhatikan atau kurang mendapatkan apresiasi.

“Semoga dengan adanya apbd yang besar, pendidikan formal dan informal mendapatkan perhatian lebih. Karena APBD besar dari Bojonegoro untuk Bojonegoro.” pungkas Gus Huda.

Pada kesempatan itu, Pratikno juga sempat memberikan cenderamata ke pengasuh Pondok Pesantren Al-Rosyid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *