JagatSembilan.com | Bojonegoro – Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Baureno berlangsung meriah pada Sabtu, (14 //02/2026). Momentum bersejarah ini ditandai dengan peluncuran (launching) karya literasi monumental bertajuk “Nahdlatul Ulama Era Digital: Kiprah PCNU Bojonegoro dan MWCNU Baureno dalam Perspektif Sejarah.”
Buku tersebut merupakan buah karya dari Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Baureno. Kehadiran buku ini menjadi kado istimewa dalam memasuki abad kedua Nahdlatul Ulama, sekaligus sebagai upaya mendokumentasikan jejak perjuangan para kiai dan tokoh NU di wilayah Bojonegoro, khususnya Baureno, agar tetap relevan di tengah arus transformasi digital.
Dihadiri Langsung Ketua PCNU Bojonegoro
Acara yang dipusatkan di Aula MWCNU Baureno ini terasa semakin khidmat dengan kehadiran langsung dr. H. Kholid Ubed (Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bojonegoro) . Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada LTN NU Baureno atas inisiatif cerdas dalam membukukan sejarah.
“Langkah LTN NU Baureno ini sangat inspiratif. Menulis adalah cara kita mengabadikan sejarah agar tidak hilang ditelan zaman. Di era digital ini, konten-konten sejarah NU harus mengisi ruang publik agar generasi muda tidak kehilangan jati dirinya,” ujar Ketua PCNU Bojonegoro.
Menjembatani Sejarah dan Masa Depan
Ketua LTN NU Baureno H. Suwarno menjelaskan bahwa buku ini tidak hanya berisi narasi masa lalu, tetapi juga memotret bagaimana perangkat organisasi NU di tingkat cabang hingga MWC beradaptasi dengan teknologi.
* Perspektif Sejarah: Mengulas asal-usul dan perkembangan NU di Bumi Angling Dharma.
* Adaptasi Digital: Bagaimana dakwah dan administrasi NU bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
* Refleksi 1 Abad: Menjadi bahan evaluasi dan proyeksi peran NU untuk seratus tahun mendatang.
Kegiatan peluncuran ini diakhiri dengan penyerahan buku secara simbolis kepada jajaran syuriah dan tanfidziyah PCNU Bojonegoro serta tokoh-tokoh masyarakat yang hadir. Semangat kemeriahan Harlah 1 Abad ini diharapkan menjadi pemantik bagi lembaga-lembaga lain di bawah naungan NU untuk terus berinovasi dan berdakwah melalui literasi.(Yaj)













