JagatSembilan.com | Bojonegoro — Ikatan Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang (IKAPPMAM) Cabang Bojonegoro kembali menghidupkan tradisi keilmuan pesantren melalui kegiatan ngaji bareng kitab Kifayatul Atqiya’. Kegiatan ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Qur’an, Dukohkidul, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, dan diikuti oleh alumni putra dan putri Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang yang tergabung dalam IKAPPMAM.
Ngaji kitab Kifayatul Atqiya’ tersebut diasuh langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, Al-Mukarram KH. Abdussalam Shohib. Kehadiran beliau menjadi magnet tersendiri bagi para alumni yang dengan penuh khidmah kembali duduk sebagai santri, menyimak dan menimba ilmu sebagaimana ketika mondok dahulu.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh para masyayikh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, di antaranya KH. Abdul Wahab Kholil, KH. Sholahuddin Fathurrahman, serta Ibu Nyai Hj. Luluk Muashomah. Turut hadir pula beberapa Gus dan Ning, dzurriyah (keturunan) pendiri Nahdlatul Ulama, Almaghfurlah KH. Bisri Syansuri, yang menambah kekhidmatan sekaligus nilai historis kegiatan tersebut. Selain itu, jajaran pengurus pusat IKAPPMAM juga tampak membersamai jalannya ngaji alumni ini.
Sebelum pembacaan kitab dimulai, di awal ngaji, Gus Salam menyampaikan bahwa ngaji rutin alumni ini merupakan ikhtiar untuk menjaga ruuhul ma’had (ruh pesantren) agar tetap hidup dalam diri para alumni. Gus Salam yang merupakan cucu Almaghfurlah KH. Bisri Syansuri—tokoh besar NU dan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama—dalam beberapa waktu terakhir juga kerap digadang-gadang sebagai salah satu figur yang berpotensi dicalonkan menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Menurutnya, meskipun para alumni kini telah berkecimpung di berbagai profesi dan medan pengabdian, tradisi mengaji harus tetap dijaga sebagai identitas dan ruh kehidupan santri.
“Alumni sejatinya tetaplah santri. Yang berubah hanyalah tempat mukimnya, bukan identitas keilmuannya. Dengan terus mengaji, alumni akan tetap terhubung dengan sanad keilmuan pesantren,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, IKAPPMAM Cabang Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus merawat tradisi keilmuan pesantren, memperkuat ikatan alumni, serta menanamkan kesadaran bahwa nilai-nilai pesantren harus senantiasa hadir dan hidup di tengah masyarakat, di mana pun para alumni berada













