IPNU-IPPNU Bojonegoro Gelar Lakut dan Diklatpel, Tekankan Kaderisasi dan Taubat Ekologis

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan Latihan Kader Utama (Lakut) dan Pendidikan dan Pelatihan Pelatih (Diklatpel). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Ademos, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, dan dimulai sejak Kamis (25/12/2025).

Lakut dan Diklatpel ini menjadi bagian dari penguatan kaderisasi pelajar NU, sekaligus upaya menyiapkan kader-kader utama dan pelatih yang berideologis, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan.

Ketua PC IPNU Bojonegoro dalam sambutannya menjelaskan alasan pemilihan lokasi kegiatan. Ia menyebut Ademos dipilih karena sejalan dengan nilai dan semangat IPNU-IPPNU sebagai organisasi pelajar yang inklusif.

“Kenapa pemilihan tempat di Ademos? Karena Ademos punya slogan Sinau Bareng, siapapun kapanpun boleh datang. Begitu juga dengan IPNU-IPPNU sebagai wadah anak muda, terkhusus pelajar, yang terbuka bagi siapapun,” ujarnya.

Selain itu, Ketua PC IPNU Bojonegoro juga menekankan pentingnya nilai taubat ekologis dalam kaderisasi. Menurutnya, kader IPNU-IPPNU harus memiliki kesadaran terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan keislaman.

Sementara itu, Camat Tambakrejo, Kasmari, dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan taubat ekologis yang diusung dalam kegiatan tersebut. Ia menilai isu lingkungan menjadi hal yang sangat relevan dengan kondisi saat ini.

Kasmari menyampaikan bahwa beberapa minggu terakhir Indonesia, termasuk Bojonegoro, kerap dilanda berbagai bencana. Oleh karena itu, kepedulian terhadap lingkungan perlu terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda.

Apresiasi juga datang dari Pimpinan Wilayah IPNU Jawa Timur. PW IPNU Jatim yang diwakili Wakil Bendahara, M. Afifudin, mengaku bangga atas terselenggaranya Lakut dan Diklatpel di wilayah Tambakrejo, khususnya Desa Dolokgede.

Ia menuturkan bahwa Tambakrejo merupakan daerah yang memiliki sejarah dan potensi besar, mengingat banyak tokoh-tokoh besar yang lahir dari wilayah tersebut.

Dukungan terhadap penguatan kaderisasi juga disampaikan oleh PCNU Bojonegoro yang diwakili Gus Jakfar. Ia menegaskan bahwa kaderisasi IPNU-IPPNU merupakan hal yang sangat penting bagi keberlangsungan Nahdlatul Ulama.

Gus Jakfar mengingatkan bahwa tanpa adanya IPNU-IPPNU sebagai basis kader pelajar, maka dalam 20 tahun ke depan NU dikhawatirkan hanya akan tinggal nama tanpa regenerasi yang kuat.

Melalui Lakut dan Diklatpel ini, IPNU-IPPNU Bojonegoro berharap dapat melahirkan kader-kader militan, visioner, serta mampu menjadi penggerak perubahan yang berlandaskan nilai keislaman, ke-NU-an, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *