JagatSembilan.com | Bojonegoro — Dalam rangka memperkuat peran sosial dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat, Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Bojonegoro berkolaborasi dengan RS Muslimat NU Muna Anggita dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro untuk menggelar cek kesehatan gratis dan khitanan massal pada 20 Desember 2025 mendatang.
Rencana kegiatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar pada Selasa (21/10/2025) di RS Muslimat NU Muna Anggita. Hadir dalam rapat tersebut Ketua ISNU Bojonegoro Yogi Prana Izza, Wakil Ketua Kun Suncahyono beserta jajaran pengurus, Direktur RS Muslimat NU Muna Anggita drg. Sofan Solikin beserta tim, Ketua Panitia dr. Nova (Spesialis Anak), serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Bojonegoro.
Selain khitanan massal, kegiatan sosial ini juga akan menghadirkan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat umum. Program ini ditujukan khususnya bagi anak-anak usia sekolah dasar dan keluarga prasejahtera di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.
Menurut drg. Sofan Solikin, kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata sinergi antara organisasi masyarakat, lembaga kesehatan, dan pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Bhaksos ini bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga wujud sinergi antara ISNU, RS Muslimat, dan Dinas Kesehatan dalam menghadirkan layanan kesehatan yang bermanfaat dan menjangkau masyarakat secara langsung. Semoga kegiatan ini menjadi ladang kebaikan bersama, terutama melalui program cek kesehatan gratis yang juga mendukung program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” ujar drg. Sofan Solikin.
Sementara itu, Ketua Panitia dr. Nova Spesialis Anak menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.
“Kami juga akan melibatkan pelaku ekonomi kreatif binaan PC ISNU Bojonegoro melalui kegiatan bazar UMKM yang turut memeriahkan acara ini,” terangnya.
Ketua PC ISNU Bojonegoro Yogi Prana Izza menambahkan, kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi ISNU dalam bidang kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami melibatkan tenaga kesehatan dari RS Muslimat NU dan Dinas Kesehatan Bojonegoro dalam pelaksanaan khitanan massal”. (Ary).














