JRA Kalitidu kembali Lakukan Terapi Al-Qur’an

jagatsembilan.com – Bojonegoro – Jam’iyah Ruqyah Aswaja (JRA) dan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) MWC Kalitidu hari ini Rabu (05/10/2022) lakukan Pengobatan Massal. JRA menggunakan methode pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an, sementara itu LPBINU menggunakan methode pengobatan tradisional.

Kegiatan itu dilaksanakan di Masjid Al Karim Dusun Kuce Desa Leran Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.

Acara di buka pukul 12.30 WIB dan di pandu oleh Agus Priyono Sekretaris JRA Kalitidu. drg. Sofan Solikin Ketua JRA mengatakan kita harus yakin Al-Qur’an bisa menjadi obat utama dan pertama. “Insya Allah kalau bapak ibu yakin, diberi kesembuhan oleh Allah SWT” dan tidak lupa terima kasih atas tempat dan suguhan dari ketua Ranting NU Kuce berserta ketua LPBI NU Ranting Kuce , terima kasih kata Dokter Sofan panggilan akrabnya.

Sementara itu Kyai Hamdhan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama MWC Kalitidu dalam sambutannya mengenalkan satu persatu yang hadir. Mulai Ustadz Agus, Dokter Sofan, Muhammad Maksum dan yang hadir lain.

Kyai Hamdhan dalam kesempatan itu menjelaskan JRA mewarisi pengobatan pada ulama. “Ada ulama ahli ulama pandai suwuk, itu dikumpulkan dalam wadah JRA” kata Kyai Hamdhan.

Selain itu Kyai Hamdhan meminta kepada yang hadir untuk selalu berprasangka baik kepada Allah. “Yakinlah pasti akan diberi kesembuhan” tegas Kyai Hamdhan.

Sementara itu Muhammad Maksum Divisi Ruqyah PW JRA Jatim mengatakan, kita harus bersyukur siang ini melakukan terapi Al-Qur’an. “Saya himbau jangan takut karena JRA tidak menakutkan, asli suwuknya orang NU” kata Gus Maksum sapaan akrabnya.

Gus Maksum meminta setiap peserta mengikhlaskan diri berobat di JRA. “Rilex dan santai, ikhlaskan semuanya akan diberi kesembuhan oleh Allah” tambah Gus Maksum yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Daruttauhid Al Maliki Dusun Sidokumpul Desa Leran Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro.

Sebelum pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an peserta diminta mengambil wudhu bagi yang. Kemudian setiap peserta diberikan kantung kresek hitam, air mineral dan juga tisu. Pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suara merdu dan nada yang bagus dimulai. Bergantian antara praktisi yang ada.

Setelah selesai para peserta juga diarahkan untuk Pengobatan Tradisional yang dilakukan oleh LPBINU. Dalam kesempatan itu juga LPBINU menggunakan methode pengobatan terapi listrik methode lain yang dikuasai oleh LPBINU MWC Kalitidu. Sampai berita ini ditulis kegiatan masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *