JagatSembilan.com | Gresik – Suasana penuh khidmat dan haru mewarnai kegiatan akbar yang digelar Nafisa Foundation di Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Acara ini menggabungkan tiga agenda besar, yaitu Khotmil Qur’an, Imtihan/Uji Publik Metode Ummi, dan Majlis Dzikir Rahmatan Lil Alamin, yang berlangsung dengan semangat tinggi dan nuansa spiritual yang mendalam.
Ratusan wali santri, tokoh masyarakat, dan tamu undangan dari berbagai daerah hadir memadati lokasi kegiatan. Puncak acara menghadirkan KH. Dr. Syukron Djazilan, M.Ag, ulama nasional yang memberikan tausiah penuh makna. Tim penguji dari UMMI Foundation Gresik, yang dipimpin Ust. Fahrurazi, M.Pd., turut hadir untuk menguji para santri.
Pimpinan Nafisa Foundation, Ust. Dr. (cand) Moh. Sahlan, S.Pd.I., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas capaian para santri yang telah menyelesaikan pembelajaran metode Ummi, sebuah metode membaca Al-Qur’an yang menekankan ketepatan makhraj, tajwid, dan penghayatan makna ayat. Ia juga mengungkapkan kebanggaan atas keberhasilan santri yang telah diuji secara publik, mulai dari hafalan Juz 30, Juz 1, Juz 2, hingga ada yang telah menghafal empat juz sejak berdirinya Nafisa Foundation pada 2021.
Salah satu momen paling mengharukan terjadi saat para peserta imtihan turun dari panggung dan bersungkeman kepada orang tua. Tangis haru pecah ketika para santri kemudian menyanyikan lagu “Hafidz Qur’an” di atas panggung. Kebanggaan semakin memuncak saat diumumkan santri terbaik, yaitu Ananda Bobby, yang membaca Al-Qur’an dengan tartil dan lancar, serta mampu menjawab seluruh soal uji publik metode Ummi dengan sangat baik, termasuk hafalan Juz 30 yang fasih. Orang tuanya pun tak mampu menyembunyikan rasa haru saat menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh pengasuh yayasan.
Dalam tausiahnya, KH. Dr. Syukron Djazilan, M.Ag menekankan pentingnya doa orang tua untuk anak-anaknya sebagai jalan keberkahan hidup. Beliau mencontohkan bagaimana Nabi Muhammad SAW mendoakan umatnya dengan penuh kasih sayang, dan mengajak orang tua untuk meluangkan waktu mendoakan anak-anak dengan ketulusan hati.
“Doa yang keluar dari hati yang tulus akan menembus langit dan menggetarkan Arsy Allah,” tuturnya dengan suara yang dalam dan menyentuh.
Beliau juga mengingatkan agar orang tua tidak hanya mempersiapkan anak dari sisi akademik dan ekonomi, tetapi juga membekali mereka dengan ilmu agama, akhlak mulia, serta cinta kepada Al-Qur’an. “Orang tua yang hebat bukan yang hanya meninggalkan harta, tapi yang meninggalkan anak saleh yang senantiasa mendoakan,” tambahnya.
Acara ditutup dengan dzikir bersama dan doa untuk keselamatan bangsa serta keberkahan keluarga, dipimpin langsung oleh KH. Dr. Syukron Djazilan, M.Ag. Suasana semakin khusyuk saat seluruh jamaah larut dalam lantunan dzikir.
Melalui kegiatan ini, Nafisa Foundation menegaskan komitmennya mencetak generasi Qur’ani yang unggul secara intelektual dan kuat secara spiritual. Wali santri pun berharap agenda ini dapat digelar setiap tahun sebagai sarana silaturahmi, motivasi, dan peningkatan kualitas pendidikan anak-anak.













