JagatSembilan.com | Bojonegoro – Operasi pencarian dan pertolongan (Opsar) terhadap korban laka air di Sungai Bengawan Solo, wilayah Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, resmi ditutup pada Rabu (21/1/2026) sore. Korban atas nama Gami, warga Dusun Ngandong, Desa Nglebak, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Bendung Gerak Bojonegoro.
Berdasarkan laporan Posko Siaga Bencana Pusdalops PB BPBD Kabupaten Blora, korban ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB di Bendung Gerak Bojonegoro, setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan lintas wilayah dan instansi. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bojonegoro untuk penanganan lebih lanjut.
Korban diketahui bernama Gami, perempuan, lahir pada 31 Desember 1950, beralamat di RT 01 RW 04 Dusun Ngandong, Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Kejadian orang tenggelam tersebut pertama kali dilaporkan oleh Camat Kradenan kepada BPBD setempat.
Dalam operasi pencarian, tim gabungan dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 dari Basarnas dan SRU 2 dari SAR MTA melakukan penyisiran dari titik awal Desa Medalem hingga Desa Nglungger, Kecamatan Cepu. Sementara SRU 3 dari TRC BPBD Blora menyisir wilayah aliran sungai dari Kecamatan Cepu hingga Bendung Gerak Bojonegoro.
Selain itu, BPBD Bojonegoro, ambulans PMI dan MDMC turut melakukan pendampingan pencarian. Pemantauan darat juga dilakukan oleh tim gabungan menggunakan kendaraan operasional BPBD, relawan Ranger Cepu Adventure, serta unsur Basarnas, dengan fokus sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo wilayah Blora dan Bojonegoro.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi ini meliputi TRC BPBD Blora, TEC BPBD Bojonegoro, Basarnas USS Rembang dan Bojonegoro, Tagana Blora, SAR MTA, SAR PAM, PMI Blora, MDMC, Kamboja Rescue, RBS, LCM, KMC, Koramil Kradenan, Muspika Kecamatan Kradenan, hingga perangkat desa di sepanjang DAS Bengawan Solo wilayah Blora.
BPBD Kabupaten Blora mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar sungai, mengingat kondisi arus Bengawan Solo yang dapat berubah sewaktu-waktu.
“Salam Tangguh, Salam Kemanusiaan,” demikian penutup laporan resmi BPBD Kabupaten Blora.














