JagatSembilan.com | Bojonegoro – Kegiatan rutin Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dander berupa Lailatul Ijtima’ kembali digelar pada Sabtu (25/04/2026). Acara yang dilaksanakan di Mushola Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro ini berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus NU serta perwakilan ranting se-Kecamatan Dander.
Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya K. Muzaini Qohar selaku Rois Syuriah MWCNU Dander, K. Sholihin sebagai Katib Syuriah, K. Suprihadi Ketua MWCNU Dander, Ustadz Yasdi Sekretaris MWCNU, serta Fatkhur Rozi Ketua LBM PCNU Bojonegoro. Turut hadir pula Ketua LBM MWCNU, Ketua Lobi MWCNU, Ketua Lazisnu, serta perwakilan Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Dander. Acara juga dihadiri oleh Kepala Desa Ngraseh, Maftukhin.
Dalam sambutannya, Ketua MWCNU Dander K. Suprihadi menyampaikan rasa syukur atas kembali digelarnya kegiatan rutin tersebut setelah sempat libur selama bulan Ramadhan dan Syawal 1447 Hijriah.
“Alhamdulillah acara rutin Lailatul Ijtima’ yang dilaksanakan oleh LBM MWCNU Dander bisa dimulai kembali setelah libur Ramadhan dan Syawal 1447 H,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan Lailatul Ijtima’ yang diisi dengan pembacaan kitab Fathul Qorib memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keilmuan Islam yang bersanad jelas.
“Acara Lailatul Ijtima’ ini yang juga dibacakan kita Fathul Qorib ini sangat penting untuk menjaga tradisi mengaji pada orang yang tepat dan sanad keilmuan yang jelas,” terang K. Suprihadi.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti perkembangan teknologi di era digital, khususnya kemunculan Artificial Intelligence (AI), yang dinilai memudahkan akses informasi namun tetap perlu kehati-hatian dalam menyikapinya.
“Memang satu sisi memudahkan tugas dari kiyai atau ulama, tapi apakah jawaban dari AI atas pertanyaan itu bisa dipertanggungjawabkan? Tentu dengan mengaji kita tahu sumber dari mana, sehingga keyakinan semakin kuat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngraseh Maftukhin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai Lailatul Ijtima’ memiliki peran strategis dalam menjaga ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah di tengah masyarakat.
“Tujuannya adalah menjaga ajaran Islam Ahlussunah wal jamaah. Sebelah mungkin secara aqidah sama, namun ada beberapa hal yang tidak sama. Maka acara seperti ini sangat penting untuk menjaga ajaran Islam Ahlussunah wal jamaah,” ungkap Maftukhin.
Pembacaan kitab Fatkhul Qorib dibacakan oleh Ustadz Habib yang sudah sampai pada masalah tentang Sholat Jenazah. Pada kesempatan itu juga diadakan sesi tanya jawab. Forum tersebut sangat hidup yang mana banyak peserta yang antusias mendengarkan dan juga bertanya. Para Masyayikh bergantian menjawab berbagai pertanyaan yang timbul.
Kegiatan Lailatul Ijtima’ ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan tradisi keilmuan bagi warga Nahdliyin di Kecamatan Dander, agar tetap berpegang pada ajaran Islam yang moderat dan bersanad jelas di tengah perkembangan zaman.














