JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pengurus Cabang (PC) Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Bojonegoro menggelar Madrasah Jurnalensa 2026 di Aula Kantor MWCNU Kalitidu, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang diikuti sebanyak 22 peserta ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kader NU di bidang jurnalistik, penulisan, dan publikasi.
Ketua PC LTNNU Bojonegoro, Ali Syafa’at, menyampaikan apresiasi kepada MWCNU Kalitidu yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, Madrasah Jurnalensa tahun ini dilaksanakan dalam empat zona, yakni Zona Timur di Kecamatan Balen, Zona Tengah di Kalitidu, Zona Selatan di Ngasem, dan Zona Barat di Kasiman.
“Hingga saat ini LTNNU baru terbentuk di tingkat cabang. Harapan kami ke depan, lembaga ini juga terbentuk hingga tingkat MWCNU sehingga semakin memperkuat jaringan publikasi Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Ali menegaskan, LTNNU memiliki peran strategis sebagai lembaga yang membidangi penulisan dan penerbitan sekaligus menjadi corong penyebaran manfaat NU kepada masyarakat. Menurutnya, pengurus LTNNU harus memiliki kemampuan sebagai penulis dan jurnalis sehingga mampu menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat.
Ia menambahkan, materi dalam Madrasah Jurnalensa akan disampaikan oleh para narasumber yang kompeten di bidangnya. Sebab, hingga kini masih banyak potensi dan kegiatan positif NU yang belum terpublikasikan secara luas, sementara informasi negatif justru lebih cepat menyebar di ruang publik.
“Kabar buruk jika terus dipublikasikan akan dianggap sebagai sebuah kebenaran. Karena itu, LTNNU harus mampu menghadirkan berita-berita positif sesuai fakta yang ada,” katanya.
Sebagai contoh, Ali menyoroti perkembangan BMT NU Kalitidu yang dalam kurun waktu delapan tahun telah berkembang pesat dengan memiliki 12 cabang serta berbagai unit usaha, seperti kafe, travel, showroom, koperasi konsumen, hingga produksi air minum kemasan.
Ia berharap Madrasah Jurnalensa mampu melahirkan kader-kader jurnalistik NU yang istiqamah berkhidmat. “Bismillah, la haula wala quwwata illa billah. Semoga pengabdian ini menjadi bagian dari khidmat kepada NU dan menjadikan kita diakui sebagai santri Mbah Hasyim Asy’ari,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua MWCNU Kalitidu, KH. Sholihin Ashuri, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Ia berharap kehadiran seluruh peserta menjadi amal saleh yang diterima Allah SWT.
“Atas nama MWCNU Kalitidu kami mengucapkan marhaban ahlan wa sahlan. Semoga kehadiran panjenengan semua dicatat sebagai amal shalih maqbulan,” ucapnya.
KH. Sholihin juga menyatakan komitmennya untuk segera membentuk LTNNU di tingkat MWCNU Kalitidu.
“Ini akan langsung saya bentuk LTNNU tingkat MWCNU. Kita gas pol. Kalitidu harus menjadi mercusuar. Tulislah apa yang dipikirkan dan pikirkan apa yang ditulis,” tegasnya.
Menurutnya, selama ini banyak warga NU yang sudah memiliki kemampuan menulis, namun belum dipublikasikan. Melalui Madrasah Jurnalensa, ia berharap karya-karya tersebut dapat diterbitkan sehingga dapat diakses masyarakat luas.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua PCNU Bojonegoro, H. M. Hasan Bisri, menegaskan bahwa LTNNU merupakan wajah NU di ruang digital. Keberadaan media sosial, telepon pintar, dan dunia maya menjadikan publikasi sebagai bagian penting dalam dakwah organisasi.
Ia mencontohkan perubahan budaya di lingkungan pesantren yang kini mulai terbuka mempublikasikan prestasi santri seiring perkembangan teknologi.
“Beban LTNNU adalah menjadikan berita-berita NU lebih mendominasi sesuai realitas yang ada. Selain itu, LTNNU juga memiliki tanggung jawab mendigitalisasi turats para kiai terdahulu hingga membangun perpustakaan digital,” ungkapnya.
Kegiatan pembukaan Madrasah Jurnalensa 2026 turut dihadiri jajaran pengurus MWCNU Kalitidu, mulai Rais Syuriyah, Ketua Tanfidziyah, pengurus lembaga, serta badan otonom (Banom) NU, di antaranya Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Pagar Nusa, IPNU, dan IPPNU.
Untuk diketahui, zona tengah meliputi MWCNU Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Kalitidu, Gayam, Trucuk dan Malo.(Red)














