Megengan Sambut Ramadhan, Warga Samberan Gelar Tahlil Akbar di Makam Desa

Tahlil Akbar Megengan Desa Samberan Kanor Bojonegoro menyambut Ramadhan 2026
Warga Desa Samberan mengikuti Tahlil Akbar dan Megengan di makam desa dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 2026.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Tradisi Megengan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan kembali digelar oleh Pengurus Ranting NU Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan tersebut dilaksanakan di makam Desa Samberan, Jumat (13/02/2026), dan dihadiri seluruh lapisan masyarakat.

Megengan tahun ini dikemas dalam Tahlil Akbar sekaligus haul sesepuh desa. Acara menghadirkan mubaligh dari Kabupaten Tuban, yakni Ustadz Sa’dun Wahid, SH, Pengasuh Ponpes Attahdzib Al-Irfaniyah Kecamatan Soko, Tuban. Kehadiran beliau menambah kekhidmatan doa bersama menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Kegiatan diawali dengan pembacaan wasilah ahli kubur, dilanjutkan tawasulan dan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin oleh K. Mutta’in. Pembacaan tahlil dipimpin K. Ghofar, sementara doa dipimpin oleh K. Suratman.

Kepala Desa Samberan, Arif Rokhman, SAB., MP., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kerukunan serta selalu mengingat kematian agar hidup lebih tawakal dan penuh kesadaran.

“Momentum seperti ini mengingatkan kita semua untuk selalu menjaga kebersamaan dan meningkatkan ketakwaan, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Mutta’in selaku Ketua Tanfidziyah NU Samberan menjelaskan bahwa kegiatan Megengan ini telah menjadi tradisi rutin sejak tahun 2017 dan dilaksanakan setiap menjelang bulan suci Ramadhan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga bagian dari ikhtiar menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan mempererat silaturahmi warga,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Abdul Mubin yang akrab disapa Mbah Bin selaku juru kunci makam menegaskan bahwa Desa Samberan memiliki sejarah dan budaya yang kaya dengan keberagaman adat serta tradisi yang menjadi kebanggaan masyarakat.

“Keberagaman ini adalah potensi besar yang harus terus dikembangkan, sehingga ke depannya, kita dapat bersama-sama membangun kebersamaan bersama masyarakat desa menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.

Kegiatan tahlil jelang Ramadan ini menjadi salah satu wujud pelestarian budaya dan tradisi keagamaan, sekaligus mempererat tali silaturahmi masyarakat Desa Samberan dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh kebersamaan dan kekhusyukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *