Mewakili Rektor yang Tengah Melaksanakan Kunjungan Akademik ke Cina, Dr. Ima Buka PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro dengan Pesan “Berdampak”

Pembukaan PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro
Peserta PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro berfoto bersama usai pembukaan kegiatan mahasiswa baru.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) IKIP PGRI Bojonegoro resmi dibuka dengan semangat membangun mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pembukaan PKKMB dilakukan oleh Dr. Ima Isnaini Taufiqur Rohmah, M.Pd., yang mewakili Rektor IKIP PGRI Bojonegoro. Rektor berhalangan hadir karena sedang melaksanakan kunjungan akademik ke Cina sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring dan kerja sama akademik internasional.

Dr. Ima Isnaini saat menyampaikan sambutan acara pembukaan PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro
Dr. Ima Isnaini saat menyampaikan sambutan acara pembukaan PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro

Dalam sambutannya, Dr. Ima menekankan bahwa sebagaimana arahan Mendiktisaintek dalam sambutan virtualnya, menjadi mahasiswa bukan sekadar perjalanan untuk memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, perguruan tinggi merupakan ruang untuk membangun kapasitas, karakter, kreativitas, dan kepedulian agar mahasiswa mampu memberi kontribusi bagi lingkungan di sekitarnya. “Mahasiswa jangan hanya berpikir bagaimana menjadi pintar dan mendapatkan gelar. Yang lebih penting adalah bagaimana ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi nantinya memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat,” pesan Dr. Ima.

Penekanan pada “berdampak” menjadi salah satu pesan utama dalam pembukaan PKKMB. Mahasiswa baru diajak untuk memaknai perjalanan pendidikan tinggi sebagai proses transformasi: dari sekadar penerima pengetahuan menjadi pencipta solusi. Menurutnya, tantangan mahasiswa saat ini juga berbeda dengan generasi sebelumnya. Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan perubahan dunia kerja menuntut mahasiswa memiliki kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi.

Karena itu, mahasiswa perlu membangun kombinasi antara knowledge, skills, character, creativity, dan technology. Teknologi dapat menjadi alat yang sangat kuat, tetapi tetap harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Semangat tersebut kemudian dikaitkan dengan tema PKKMB tahun ini, yakni “TECHNOCRAFT: Crafting Future Skills through Creativity, Character, and Technology.” Tema tersebut merepresentasikan proses mahasiswa dalam membentuk dirinya menjadi pribadi yang siap menghadapi masa depan melalui penguasaan teknologi, kreativitas, karakter, dan keterampilan masa depan.

Dr. Ima Isnaini menjemput Cantika Wahono sebelum pembukaan PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro
Dr. Ima Isnaini menjemput Cantika Wahono sebelum pembukaan PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro

Dr. Ima juga mengajak mahasiswa baru untuk tidak menjadi mahasiswa yang sekadar menjalani rutinitas datang ke kampus, mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, kemudian lulus. Mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan seluruh ekosistem kampus untuk berkembang. “Manfaatkan dosen, teman, organisasi, laboratorium, perpustakaan, teknologi, penelitian, dan berbagai pengalaman yang ada di kampus. Jangan hanya menjadi mahasiswa yang hadir, tetapi jadilah mahasiswa yang tumbuh dan menghasilkan karya,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menggambarkan perjalanan mahasiswa yang ideal sebagai sebuah transformasi dari pembelajar, creator, problem solver, hingga change maker. Dengan demikian, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan mereka mengubah pengetahuan menjadi karya, karya menjadi solusi, dan solusi menjadi dampak nyata.

PKKMB pun diharapkan menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk membangun cara pandang tersebut. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan sistem akademik dan kehidupan kampus, tetapi juga diajak memahami peran dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari masyarakat dan calon profesional di masa depan. “Selamat datang di IKIP PGRI Bojonegoro. Jangan hanya datang untuk belajar. Datanglah untuk bertumbuh, berkarya, berkolaborasi, dan pada akhirnya berdampak.” menutup sambutannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *