JagatSembilan.com | Bojonegoro – Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Al-Rosyid Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Jumat (10/04/2026). Kunjungan ini disambut hangat oleh ribuan santri dan jajaran pengasuh pondok.
Dalam kunjungan tersebut, Menko Pangan didampingi Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ninik Susmiati, serta Ketua DPD PAN Bojonegoro Lasuri. Nampak hadir juga DPRD dari Fraksi PAN Bojonegoro.
Rombongan disambut langsung oleh Pimpinan Ponpes Al-Rosyid KH. Alamul Huda Masyhur, Pengasuh KH. Shofiulloh Masyhur, Ketua IKASA HR. Ghozali, para dewan asatidz, serta ribuan siswa-siswi Al-Rosyid.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menjalankan berbagai arahan pemerintah pusat, khususnya terkait efisiensi energi dan penguatan ketahanan pangan.
“Bahwa di Kabupaten Bojonegoro yang saat ini telah melaksanakan beberapa perintah Bapak Presiden yang ditindaklanjuti dengan surat edaran Pak Mendagri yaitu untuk hemat energi dan hemat biaya. Maka telah dilaksanakan yaitu seruan untuk bersepeda, kemudian untuk mengefisiensi beberapa anggaran yang sesuai dengan surat edaran tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemkab Bojonegoro juga menindaklanjuti arahan Menko Pangan dengan memperkuat program ketahanan pangan melalui pembangunan Koperasi Merah Putih di desa.
“Kemudian menindaklanjuti juga surat edaran dari Pak Menko bahwa dalam rangka pengelolaan ketahanan pangan maka bekerja sama dengan seluruh APH dan juga dari TNI saat ini untuk koperasi merah putih dari KDMP sudah dilaksanakan pembangunan dari empat ratus sembilan belas desa yang belum sama sekali hanya tujuh karena dikarenakan ada beberapa yaitu kendala masalah tanah dan insyaallah ini sudah berproses sehingga kalau bulan Juli semuanya insyaallah dari empat ratus sembilan belas desa sudah terealisasi,” lanjutnya.
Selain itu, Pemkab juga telah menggelar pasar murah termasuk distribusi LPG untuk menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus menyiapkan mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang.
“Kemudian untuk pasar murah karena Pak Menko selalu menyampaikan bahwa Pemkab juga sudah melaksanakan beberapa pasar murah yaitu termasuk juga LPG Bapak, sehingga yang menjadi masalah-masalah dari masyarakat untuk LPG sudah dilakukan dan saat ini bahkan yaitu untuk mitigasi ketika ada kemarau panjang,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kontribusi kader PAN di Bojonegoro yang dinilai aktif mendukung program pemerintah daerah.
“Dan Alhamdulillah dari PAN yaitu anggota Bapak mulai Pak Lasuri, Pak Zainuri dan Pak Wahid, Pak Khoirul ini telah memberikan kontribusi positif terhadap apa yang menjadi cita-cita dari Bapak Presiden dan Pak Menko sehingga Pemkab selalu bersinergi,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, ia menyampaikan harapan agar kunjungan Menko Pangan membawa berkah bagi masyarakat Bojonegoro.
“Oleh karenanya sekali lagi kami matursuwun atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mudah-mudahan kehadiran Bapak senantiasa memberikan berkah barokah. Dan sekali lagi kita selalu doakan beliau selalu sehat, beliau selalu istiqomah dan yang kami teladani beliau ini selalu puasa Daud,” tuturnya.
Sementara itu, Zulkifli Hasan dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk terus turun ke lapangan dalam memastikan program pangan berjalan optimal.
“Diminta turun ke lapangan tiga hari seminggu oleh Presiden. Ya capek memang tapi ya pembantu presiden siap gitu. Tidak boleh ngeluh, harus siap,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa tugas utamanya adalah memastikan ketahanan pangan nasional, mulai dari produksi hingga kesejahteraan petani.
“Oleh karena itu tugasnya pertama, memastikan pangan kita aman. Artinya produksinya aman, irigasinya bagus, kalau belum bagus segera diperbaiki, pupuknya tersedia, harganya bagus, petani tidak ada kesulitan terima pupuk, mengambil pupuk, di cross check. Harga gabah kita tetapkan enam ribu lima ratus, tidak boleh petani terima di bawah enam ribu lima ratus. Harus dipastikan gitu,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.
“Saya meminta agar sekolah-sekolah pendidikan berbasis agama dipercepat. Karena yang umum Pak Kyai sudah delapan puluh lima persen. Tapi yang berbasis agama pondok, madrasah, MAN, Tsanawiyah ya, Ibtidaiyah masih lima belas persen. Baru lima belas persen,” jelasnya.
Ia menegaskan pemerintah kini membuka jalur khusus untuk mempercepat pelaksanaan MBG di pesantren.
“Oleh karena itu kita buka jalur khusus sekarang. Jalur khusus untuk pondok pesantren agar bisa dipercepat gitu,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga berinteraksi langsung dengan para santri untuk memastikan program berjalan baik.
“Nah dipastikan penerimanya senang enggak. Sekarang saya ada di pondok. Anak-anak sudah terima MBG?,” ucapnya yang disambut antusias para santri.
Ia menambahkan bahwa setiap hasil kunjungan akan dilaporkan langsung kepada Presiden.
“Nanti saya kirim kepada Bapak Presiden dari pondok. Dari Pondok Al-Rosyid ya. Nanti saya kirim. Karena kalau saya habis kunjungan selalu saya kirim hasil kunjungannya. Ada video, ada berita saya kirim ke beliau, beliau baca,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan koperasi desa serta peningkatan kesejahteraan petani, nelayan, dan peternak.
“Kemudian saya juga memastikan koperasi desa. Karena kita ingin rakyat kita petani, nelayan, peternak itu makmur. Kalau swasembada pangan itu tiga puluh persen yang miskin itu ya petani, nelayan, peternak. Kata presiden harus diangkat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa negara harus hadir untuk seluruh rakyat.
“Kita sudah delapan puluh tahun merdeka masak masih banyak yang miskin. Indonesia kaya kok dinikmati cuma lima puluh keluarga saja, lima puluh perusahaan besar saja,” tegasnya.
Kunjungan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pesantren dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
KH. Alamul Huda Masyhur atau Gus Huda selaku pengasuh Ponpes Al-Rosyid menyambut hangat kunjungan Menko Pangan Zulhas. Ia mengungkapkan rasa bangga sekaligus terhormat atas kehadiran pemerintah di lingkungan pesantren.
Terkait program MBG, Gus Huda menyampaikan terima kasih dan berharap program tersebut terus dilanjutkan. “Generasi saat ini, pada 2040 nanti pas menuju puncak Indonesia Emas, maka MBG dari pemerintah diakui para santri makin membuat mereka sehat. Kalau dipakai nendang bola lebih keras, kalau anak-anak gizinya kuat, semangat belajarnya kuat,” ujarnya ringan.














