Momentum Ramadhan, PWI Bojonegoro Gelar Silaturahim dan Buka Bersama Awak Media

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono memberikan sambutan dalam acara silaturahim dan buka puasa bersama PWI Bojonegoro di Pendopo Malowopati.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat memberikan sambutan pada acara silaturahim dan buka bersama PWI Bojonegoro di Pendopo Malowopati, Jumat (27/02/2026).

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Momentum bulan suci Ramadhan dimanfaatkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro untuk mempererat tali silaturahim bersama insan pers dan jajaran pemerintah daerah. Kegiatan silaturahim dan buka puasa bersama tersebut digelar pada Jumat (27/02/2026) di Pendopo Malowopati, kompleks Pemkab Bojonegoro.

Acara ini dihadiri oleh Setyo Wahono, Kepala Dinas Kominfo Heri Widodo, Kabag Prokopim Teguh, Ketua PWI Bojonegoro Sasmito, serta sekitar delapan puluhan awak media dari berbagai platform. Turut hadir pula jajaran direksi BUMD Bojonegoro, di antaranya Direktur ADS, Direktur PT BPR, Direktur PDAM Bojonegoro, dan Direktur PT BBS.

Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada BUMD Bojonegoro dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang telah mendukung acara ini,” terang Sasmito.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara wartawan, pemerintah, dan stakeholder lainnya. Pada kesempatan itu, Sasmito juga mengajak para awak media untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalismenya dalam menjalankan tugas jurnalistik.

“Yang hadir ini adalah mereka yang sudah kompeten dan paling tidak mereka berniat serius menuju kompeten,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan bahwa kritik dari media merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah, selama disertai dengan niat baik dan bukti nyata.

“Insan pers harus tetap berjalan di jalur bahagia, jalur yang dilandasi cinta kasih, tanggung jawab, serta komitmen terhadap kemajuan Bojonegoro,” ajak Setyo Wahono.

Menurutnya, kebebasan pers harus tetap berjalan dalam koridor batasan, etika dan norma yang berlaku. Agar fungsi pers tetap konstruktif, jurnalis haruslah memegang prinsip penting diantaranya menyampaikan informasi dengan benar karena akurasi adalah fondasi kepercayaan publik.

Yang kedua, Edukasi masyarakat dengan benar, bagaimanapun Informasi harus membangun, bukan memecah. Ketiga junjung tinggi sopan santun, sehingga semu kritik tetap disampaikan dengan etika.

“Miliki semangat yang sama untuk kemajuan Bojonegoro, karena saya percaya semua adalah warga Bojonegoro. Kita tahu media dan pemerintah adalah mitra pembangunan,” pesan Bupati Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *