JagatSembilan.com | Bojonegoro — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bubulan resmi membentuk kepengurusan baru masa khidmat 2026–2031 melalui musyawarah yang digelar di Pendopo Kecamatan Bubulan, Rabu (6/5/2026). Kepengurusan baru ini diharapkan mampu memperkuat peran ulama dalam membina umat serta menjaga harmonisasi kehidupan beragama di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan dengan dihadiri unsur ulama, tokoh masyarakat, pemerintah kecamatan, serta perwakilan lembaga keagamaan. Musyawarah tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat sinergi antara ulama dan pemerintah demi terciptanya masyarakat yang religius dan kondusif.
Melalui proses musyawarah yang berjalan demokratis, forum menetapkan KH. Moh. Ikhwan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan dan KH. Abdus Salam sebagai Ketua Umum MUI Kecamatan Bubulan.
Kehadiran jajaran Pimpinan Daerah MUI Kabupaten Bojonegoro turut memberi semangat dalam kegiatan tersebut. Ketua Umum MUI Kabupaten Bojonegoro, KH. Alamul Huda Masyhur, diwakili Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan, Drs. KH. Fatchul Amin, M.Pd.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran MUI di tingkat kecamatan sebagai ujung tombak pembinaan umat sekaligus penjaga kondusivitas kehidupan beragama.
“MUI harus mampu menjadi khadimul ummah dan shadiqul hukumah, serta terus memperkuat sinergi antara ulama dan umara,” ungkapnya.
Dukungan terhadap kepengurusan baru juga disampaikan Camat Bubulan, Ahmad Nurul Qomari, S.E., M.M. Ia mengapresiasi terselenggaranya musyawarah pembentukan kepengurusan MUI tersebut dan menilai keberadaan MUI memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Sinergi antara pemerintah kecamatan dan para ulama menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, aman, dan sejahtera,” tuturnya.
Terbentuknya kepengurusan baru ini disambut positif oleh para peserta yang hadir. Mereka berharap MUI Kecamatan Bubulan semakin optimal menjalankan fungsi sebagai khadimul ummah dan shadiqul hukumah demi mewujudkan masyarakat yang rukun, religius, dan sejahtera.
Selain memperkuat pembinaan keagamaan, MUI Kecamatan Bubulan juga diharapkan semakin aktif menjaga kerukunan antarumat beragama serta mendukung terwujudnya Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai simbol harapan agar kepengurusan yang baru diberikan keberkahan dan kemudahan dalam menjalankan amanah untuk kemaslahatan umat.














