JagatSembilan.com | Jombang – Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang tidak hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi dan silaturahmi warga Nahdliyin. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang yang memanfaatkan ramainya arena muktamar.
Salah satu geliat ekonomi tersebut terlihat dari ramainya penjualan kaos oleh-oleh bertema Muktamar NU ke-35. Produk yang menjadi cendera mata bagi peserta dan pengunjung itu turut diburu sebagai kenang-kenangan dari perhelatan besar NU di Jombang.
Fahrur, salah seorang pedagang kaos oleh-oleh Muktamar NU ke-35, mengaku datang dari Semarang. Ia mulai berjualan di lokasi muktamar sejak 23 Agustus 2026.
Menurut Fahrur, antusiasme peserta dan pengunjung terhadap kaos oleh-oleh Muktamar cukup tinggi. Hingga saat ditemui, ia mengaku telah berhasil menjual ratusan kaos selama berada di arena muktamar.
“Sudah ratusan kaos yang terjual,” ujar Fahrur. Jumat (28/08/2026).
Ramainya pembeli tersebut menjadi gambaran bagaimana perhelatan Muktamar NU ke-35 tidak hanya menghadirkan aktivitas keagamaan dan organisasi, tetapi juga membuka ruang bagi perputaran ekonomi masyarakat.
Bagi pedagang seperti Fahrur, keramaian muktamar menjadi peluang usaha yang dapat dimanfaatkan secara langsung. Peserta dari berbagai daerah yang datang ke Jombang menjadi pasar potensial bagi produk-produk UMKM, termasuk kaos, makanan, suvenir, hingga berbagai produk lokal lainnya.
Fenomena tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan berskala besar seperti Muktamar NU memiliki efek berantai terhadap sektor ekonomi. Mobilitas peserta dan pengunjung mendorong munculnya transaksi di berbagai lapisan usaha, terutama mereka yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Keberadaan pedagang dan UMKM di tengah Muktamar NU ke-35 pun menambah warna tersendiri dalam perhelatan tersebut. Di satu sisi, warga Nahdliyin mengikuti rangkaian agenda muktamar, sementara di sisi lain para pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan pendapatan.
Bagi UMKM, keramaian Muktamar NU ke-35 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus memperoleh konsumen dari berbagai daerah.
Geliat seperti yang dialami Fahrur menjadi salah satu contoh kecil dari dampak positif penyelenggaraan Muktamar NU ke-35. Ketika ribuan orang berkumpul dalam satu momentum, aktivitas ekonomi masyarakat pun ikut bergerak.
Dengan demikian, Muktamar NU ke-35 bukan hanya menjadi peristiwa penting bagi perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang ikut mengambil bagian dalam kemeriahannya.(Red)













