JagatSembilan.com | Bojonegoro – Kepedulian terhadap Munari, anggota Banser Ranting Sumberagung yang rumahnya terbakar, terus mengalir. Kali ini, MWCNU Dander bersama seluruh badan otonom (Banom) NU di Kecamatan Dander kompak bersepakat membangun kembali rumah untuk Munari agar bisa segera ditempati.
Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan jajaran MWCNU Dander dan Banom NU ke lokasi rumah Munari di Dusun Kebonagung, Desa Sumberagung RT 20, Kecamatan Dander, Jumat (22/05/2026).
Hadir dalam kegiatan itu K. Muzaini Qohar, K. Sholihin, K. Suprihadi beserta jajaran MWCNU lainnya. Nampak hadir juga Pamuji Ketua Lazisnu MWCNU Dander, Miftahul Amin Ketua LPBINU MWCNU Dander.
Selain itu hadir pula Ahmad Fauzan bersama jajaran GP Ansor dan Banser, serta Lely bersama jajaran Fatayat NU Dander.
Wakil Katib Syuriah MWCNU Dander, Moh Jayus, mengatakan seluruh donasi yang terkumpul dari NU Dander dan Banomnya akan difokuskan untuk membangun rumah bagi Munari.
“Jadi ini tadi sudah berkumpul semua, dan kita satu suara donasi yang ada kita kumpulkan untuk menjadi bangunan rumah Sahabat Munari,” terang Moh Jayus.
Sementara itu, K. Muzaini Qohar berharap proses pembangunan rumah dapat segera terealisasi sehingga Munari bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Semoga dengan dana donasi yang sudah terkumpul ini, bangunan rumah Sahabat Munari bisa cepat terbentuk dan segera ditempati,” ujarnya.
Ketua PAC GP Ansor Dander, Ahmad Fauzan, menegaskan bahwa solidaritas kader Ansor dan Banser akan terus dikedepankan untuk membantu sahabat yang sedang tertimpa musibah.
“Munari adalah bagian dari keluarga besar Ansor dan Banser. Sudah menjadi kewajiban kami untuk ikut membantu dan menguatkan beliau agar bisa bangkit kembali,” kata Ahmad Fauzan.
Hal senada juga disampaikan Ketua PAC Fatayat Dander, Lely. Ia mengatakan jajaran Fatayat NU turut tergerak untuk membantu meringankan beban Munari melalui penggalangan donasi dan dukungan sosial.
“Kami dari Fatayat NU Dander ikut prihatin dengan kondisi Pak Munari. Semoga gotong royong dan kepedulian bersama ini menjadi jalan kebaikan dan bisa membantu beliau memiliki rumah kembali,” tutur Lely.

Fatayat NU Dander selain memberikan donasi dalam bentuk uang, juga memberikan berupa alat-alat rumah tangga. Mulai LPG, kasur dan alat rumah tangga lainnya.
Diketahui, rumah Munari terbakar pada Selasa malam (19/05/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam musibah tersebut, rumah beserta sejumlah barang miliknya hangus terbakar, termasuk seragam Banser yang selama ini ia gunakan dalam kegiatan organisasi. Kisahnya yang menangis karena seragam Banser ikut terbakar viral dan mengundang simpati banyak pihak.














