MWCNU Padangan Salurkan Donasi Banjir Sumatera Rp26.427.000 melalui NU Care–LAZISNU PCNU Bojonegoro

JagatSembilan.com | Bojonegoro — MWCNU Kecamatan Padangan menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp26.427.000 kepada korban banjir di Provinsi Sumatera melalui NU Care–LAZISNU PCNU Kabupaten Bojonegoro, Sabtu, (5/01/2026). Penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap warga terdampak bencana.

Donasi tersebut dihimpun dari infak dan sedekah masyarakat, jamaah, serta para donatur di wilayah Kecamatan Padangan. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung kebutuhan darurat serta proses pemulihan pascabencana di wilayah terdampak banjir.

Ketua MWCNU Kecamatan Padangan, Ahmad Jakfar al Mansur, menyampaikan bahwa donasi ini merupakan amanah dari para donatur dan wujud kepedulian sosial warga Nahdliyin.

“Bantuan ini adalah amanah dari masyarakat Padangan yang kami sampaikan melalui LAZISNU PCNU Kabupaten Bojonegoro. Semoga dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir serta membawa keberkahan bagi semua pihak,” ujarnya.

Ketua NU Care–LAZISNU PCNU Kabupaten Bojonegoro, Eko Arief Cahyono, mengapresiasi kepercayaan dan sinergi yang terjalin dengan MWCNU Kecamatan Padangan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kepercayaan MWCNU Padangan beserta seluruh donatur. Sinergi ini menunjukkan bahwa gerakan filantropi NU mampu bergerak bersama dan responsif dalam merespons bencana kemanusiaan,” tuturnya.

Selain penyerahan donasi, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembahasan penguatan sinergitas kelembagaan NU Care–LAZISNU, mulai dari tingkat cabang, MWCNU, hingga ranting. Pembahasan menekankan pentingnya koordinasi, penguatan jaringan penghimpunan dan pendistribusian ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah), serta peran strategis ranting sebagai garda terdepan dalam mendeteksi kebutuhan umat dan respons kebencanaan.

Melalui sinergi berjenjang tersebut, NU Care–LAZISNU diharapkan semakin solid dalam menjalankan program kemanusiaan, baik pada situasi darurat bencana maupun program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *