JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah mendaftarkan pekerja rentan di BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 29.000 orang. Hal itu disampaikan oleh Hj. Nurul Azizah dalam Rapat Koordinasi dan Silaturahim Ramadhan di Zona lima Balai Desa Sonorejo Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur hari ini, Senin (25/03/2024).
Menurut perempuan asli Desa Sumbertlaseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro itu, manfaat program BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan perlindungan kepada tenaga kerja rentan.
“Bila terjadi kecelakaan pada waktu bekerja sampai meninggal dunia, keluarga akan mendapatkan dana bantuan Rp 42 juta. Ditambah lagi bila mempunyai 2 anak mendapatkan biaya pendidikan sampai perguruan tinggi,” terang Bu Nurul sapaan akrabnya.
Dalam wawancara cegat dengan jagatsembilan.com, Sekda Perempuan pertama Kabupaten Bojonegoro itu mengungkapkan, ada sebelas kriteria penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan. Yakni :
1. Yang tercakup dalam Damisda Kabupaten Bojonegoro.
2. Tukang Ojek.
3. Tukang becak.
4. Nelayan darat
5. Penambang perahu
6. Buruh tani
7. Penggali kubur atau penjaga makam
8. Marbot
9. Buruh ternak
10. Pekerja Disabilitas
11. Pekerja mandiri dengan gaji dibawah 900 ribu rupiah.
Perempuan yang pernah meraih Top 35 Inovasi Pelayanan Publik Nasional itu juga mengatakan, program pendaftaran pekerja rentan itu adalah bentuk perhatian Pemkab Bojonegoro.
“Kita semua ingin umur panjang dan sehat, tapi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dengan pendaftaran ini bisa mengurangi beban pekerja. Dan apabila sampai meninggal dunia saat bekerja, maka keluarga tanggungan akan mendapatkan santunan 42 juta rupiah dan anaknya akan bisa sekolah sampai perguruan tinggi.” pungkasnya.
Sementara itu Jakfar Al Mansur Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Purworejo dalam keterangannya mengapresiasi pendaftaran 29.000 pekerja rentan itu.
“Program yang digagas oleh PJ Bupati Bojonegoro dan Sekda Bojonegoro yakni Bu Nurul Azizah sangat tepat dan sangat membantu pekerja rentan,” kata Pria yang baru terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Padangan itu.
Menurut Gus Jack, para pekerja rentan resiko itu memang layak diperhatikan secara khusus.
“Jadi yang dilakukan Pemkab Bojonegoro sudah tepat, siapa lagi yang memperhatikan warga kalau bukan Pemkab Bojonegoro.” pungkasnya.
Hadir pada acara itu juga Adriyanto PJ Bupati Bojonegoro, para staf ahli Bupati, Pimpinan OPD Pemkab Bojonegoro serta empat Camat, yakni Padangan, Purwosari, Kasiman dan Kedewan. Selain itu juga ada puluhan kades di empat kecamatan tersebut.













