JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pameran Seni Rupa Inklusif untuk penyandang disabilitas resmi dibuka di Sanggar Lukis DOT ART, Desa Blimbinggede, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (20/5/2026). Mengusung tema “Jejer Sejajar dan Bermartabat”, kegiatan tersebut menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang apresiasi karya bagi penyandang disabilitas.
Pameran yang berlangsung selama sepekan, mulai 20 hingga 27 Mei 2026 itu menghadirkan berbagai karya seni rupa hasil kreativitas anak-anak penyandang disabilitas. Kegiatan ini juga menjadi simbol dukungan terhadap terciptanya lingkungan yang inklusif dan setara di Kabupaten Bojonegoro.
Acara tersebut terselenggara melalui kolaborasi Sanggar Seni DOT ART bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro serta Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro. Kegiatan ini diprakarsai oleh Agus Urip Wijianto selaku penyelenggara.
Pembukaan pameran dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Kepala Desa Blimbinggede M. Arifin, Camat Ngraho Wiyanto, Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina, serta Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Bojonegoro Nafiatin Ni’mah.
Kehadiran para pejabat tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mendorong pemenuhan hak penyandang disabilitas, khususnya dalam bidang seni, budaya, dan ruang berekspresi.
Sebanyak 50 anak penyandang disabilitas turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya menampilkan karya lukisan, para peserta juga menunjukkan kemampuan seni pertunjukan seperti tari tradisional, pantomim, hingga teatrikal.
“Ini bukan sekadar pameran, tetapi panggung pembuktian bahwa anak-anak kita memiliki martabat dan kemampuan yang sejajar dalam berkarya,” ujar Agus Urip Wijianto penyelenggara di sela kegiatan.
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina menyampaikan apresiasi kepada Sanggar DOT ART yang telah memfasilitasi kreativitas anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Ngraho maupun Bojonegoro secara umum. Ia juga menyampaikan salam dan permintaan maaf dari Ketua Dekranasda Bojonegoro Cantika Wahono yang berhalangan hadir.
“Kami dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia yang telah menyelenggaran kegiatan yang luar biasa ini. Ibu Cantika juga berpesan kepada saya, untuk menyalurkan salam dan permintaan maaf dari beliau. Diterima nggih?” kata Elzadeba.
Elzadeba menambahkan bahwa kegiatan semacam ini layak mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Ia pun mengajak pemerintah kecamatan dan desa untuk turut bersinergi memfasilitasi kegiatan positif masyarakat.
“Kedepannya saya selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menghimbau kepada Pak Camat dan Pak Lurah untuk saling bersinergi memfasilitasi kegiatan positif masyarakat. Monggo nanti bisa berkoordinasi dengan kami dan Dinas Sosial Bojonegoro,” tambahnya.
Kesuksesan acara ini juga didukung peran aktif Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Bojonegoro yang melakukan pendampingan kepada para peserta sejak persiapan hingga penutupan kegiatan.
Pameran dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB. Selain menikmati galeri lukisan, pengunjung juga dapat menyaksikan agenda Performance Art yang digelar setiap malam.
Panggung tersebut terbuka bagi peserta disabilitas, seniman, maupun masyarakat umum yang ingin menampilkan karya seni dan kreativitas mereka.
Melalui kegiatan ini, Kabupaten Bojonegoro kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ruang sosial yang ramah, inklusif, dan bermartabat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.














