Pantau Langsung Penempelan Stiker Keluarga Miskin, Wabup Bojonegoro Tegaskan untuk Validitas Data Bansos

Nurul Azizah Wakil Bupati Bojonegoro saat ikut menempelkan stiker Keluarga Miskin

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Penempelan stiker keluarga miskin di rumah Kelompok Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial, merupakan salah satu langkah Pemkab Bojonegoro memperoleh data yang valid sehingga pemberian bantuan tepat sasaran.

Hal itu, disampaikan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono melalui Wakil Bupati Nurul Azizah saat memantau secara langsung penempelan stiker keluarga miskin di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Selasa(06/01/2026).

Penempelan stiker keluarga miskin KPM bantuan sosial, dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro. Hadir dalam penempelan stiker Agus Susetyo Hardiyanto Kepala Dinsos Bojonegoro beserta staf dan pendamping sosial

Nampak hadir juga ada Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Amir Sahid, Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati, Kepala BPS Syawaludin Siregar, Camat Kapas Zenny Bachtiyar dan staf, Kepala Desa Bendo Bambang Caroko bersama seluruh jajaran perangkat desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Pantauan media kabarpasti.com, kegiatan penempelan stiker keluarga miskin berlangsung dengan baik, dan sesuai sasaran penerima bantuan sosial.

Ditemui di sela-sela kegiatan, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan bahwa penempelan stiker keluarga miskin ini merupakan program pemerintah kabupaten guna memperoleh pendataan yang valid dan tepat sasaran.

“Sesuai yang ditegaskan bapak Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, kalau memberikan data harus valid,” katanya.

Diungkapkan Nurul Azizah, penempelan stiker keluarga miskin bagi KPM bantuan sosial ini bersumber dari data kemiskinan daerah (Damisda) yang bersumber dari Pemerintah Desa (Pemdes) sesuai hasil musyawarah desa, yang selanjutnya dilaporkan kepada Bupati Bojonegoro setiap 6 (enam) bulan sekali.

Guna mengetahui kebenaran data tersebut, sehingga saat ini bersama kepala BPS dan Kepala OPD yang terlibat memberikan bantuan dilaksanakan penempelan stiker di rumah keluarga penerima manfaat.

“Penempelan stiker keluarga miskin ini untuk mengecek data kemiskinan daerah (Damisda) yang dilaporkan Kepala Desa, apakah sudah sesuai atau tidak,” ungkap Wabup Bojonegoro.

“Sebab, menurut bapak Bupati Bojonegoro, penempelan stiker keluarga miskin sebagai langkah verifikasi. Kalau ternyata di lapangan ditemukan tidak tepat, maka ke depan dipastikan data tersebut harus dicoret,” tegasnya.

Bahkan, melalui penempelan stiker keluarga miskin KPM bantuan sosial, Pemkab Bojonegoro berharap kepada seluruh masyarakat dapat terlibat dalam melakukan verifikasi sekaligus memvalidasi data kemiskinan daerah (Damisda) yang dilaporkan pemerintah desa. “Kalau ditemukan tidak tepat sasaran segera laporkan ke Dinas Sosial,” tukas Wabup Bojonegoro.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Agus Susetyo Hardiyanto kepada media ini menjelaskan terkait dengan stiker keluarga miskin bagi kelompok penerima manfaat bantuan sosial yang didistribusikan ini sesuai data kemiskinan daerah (Damisda).

“Jadi Damisda ini proses awalnya bersumber dari desa, yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan pemasangan stiker,” jelasnya.

Menurutnya, pemasangan stiker dilaksanakan untuk verifikasi, validasi, maupun transparansi kepada masyarakat yang berkaitan dengan bantuan sosial. Pihaknya berharap, ke depan akan tercapai adanya perbaikan data yang sesuai sehingga bansos untuk KPM bisa tepat sasaran.

Ia juga menambahkan, bagi KPM yang mencopot stiker yang telah dipasang akan dilakukan verifikasi ulang. “Karena ada ketentuan dan aturan yang harus dilalui,” terang Agus.

Agus Susetyo Hardiyanto menyebutkan, untuk pemasangan stiker kelompok penerima manfaat (KPM) yang sesuai Damisda di Kabupaten Bojonegoro terdapat sebanyak 50.987 KK. “Kami menargetkan pemasangan stiker keluarga miskin ini selesai di pekan pertama bulan Januari 2026”.

Kepala Desa Bendo Kecamatan Kapas, Bambang Caroko saat dikonfirmasi mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro yang telah memantau secara langsung pemasangan stiker keluarga miskin selaku KPM bantuan sosial sekaligus melakukan verifikasi di lapangan terkait data dari desa.

“Kami merasa sangat bangga dengan adanya pemantauan secara langsung saat pemasangan stiker ke rumah-rumah warga penerima bantuan sosial,” ucap Kades Bendo.

Menurutnya sesuai Damisda, di Desa Bendo terdapat 108 KPM yang dipasang stiker keluarga miskin. “Semoga ini menjadi langkah verifikasi serta perbaikan data menuju validasi dan transparansi untuk masyarakat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *