JagatSembilan.com | Bojonegoro – Bojonegoro Wastra Batik Festival (BWBF) 2026 tidak hanya menjadi panggung promosi batik dan produk kreatif unggulan daerah, tetapi juga menjadi ruang inklusif bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan dan kemandiriannya. Melalui Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB), para penyandang disabilitas turut ambil bagian dalam festival yang digelar di Alun-Alun Bojonegoro pada 17–20 Juni 2026.
Pembukaan BWBF 2026 dilakukan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur masa bakti 2025–2030, Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, Plt Kepala Bappeda Jawa Timur Mohammad Yasin, Karo Perekonomian Jawa Timur Aftabuddin, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah, Ketua Dekranasda Bojonegoro Cantika Wahono, Forkopimda, dan para kepala OPD turut berjalan kaki dari Gedung Putih Kompleks Pemkab Bojonegoro menuju lokasi acara di Alun-Alun Bojonegoro sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan festival.
Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan bahwa Bojonegoro Wastra Batik Festival menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, komunitas, pelaku UMKM hingga industri kreatif.
Semangat kolaborasi tersebut juga tercermin dari keikutsertaan PDKB dalam BWBF 2026. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang bergabung bersama Dekranasda Bojonegoro, kali ini PDKB hadir melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Sosial.
Ketua PDKB Bojonegoro, Mohamad Sanawi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga penyandang disabilitas dapat ikut berpartisipasi dalam festival tahunan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut mendukung dan membantu demi suksesnya acara ini. Terima kasih juga kepada Dinas Sosial Bojonegoro yang telah mempercayai kami untuk ikut tampil dalam Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami karena dapat berkolaborasi dengan baik dan harmonis,” ujar Sanawi. Jumat (19/06/2026).
Sanawi berharap sinergi yang telah terjalin antara PDKB dan Dinas Sosial Bojonegoro dapat terus ditingkatkan pada masa mendatang guna memperluas ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bojonegoro.
Menurut Sanawi, keikutsertaan PDKB dalam BWBF 2026 menjadi bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan untuk berkarya, berwirausaha, dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan pembangunan daerah apabila diberikan kesempatan yang setara.
PDKB sendiri telah berdiri selama hampir 12 tahun sejak 13 Maret 2014. Selama kurun waktu tersebut, organisasi ini telah membantu ratusan penyandang disabilitas di Bojonegoro melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari pelatihan keterampilan, bantuan alat usaha, bantuan dana pemberdayaan, alat bantu dengar, kursi roda, kruk, hingga fasilitasi kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM).
Keikutsertaan PDKB dalam BWBF 2026 menjadi salah satu wujud nyata semangat inklusivitas yang terus dibangun di Kabupaten Bojonegoro. Di tengah berbagai keterbatasan yang dimiliki, para penyandang disabilitas tetap menunjukkan semangat untuk berkarya dan berjualan, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi dan mandiri.(red)














