JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus menggenjot program normalisasi sungai sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan ketersediaan air bagi sektor pertanian. Memanfaatkan musim kemarau, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan normalisasi di sejumlah aliran sungai guna mengoptimalkan fungsi sungai sebagai sumber irigasi.
Salah satu kegiatan normalisasi dilakukan di Kali Panggang, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari. Kegiatan tersebut meliputi pengangkatan sedimentasi dan pelebaran bentang sungai agar kapasitas tampung air meningkat sehingga dapat mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian, khususnya pada musim kemarau.
Camat Purwosari, Ike Widyaningrum, mengatakan normalisasi sungai menjadi langkah penting mengingat sebagian besar lahan pertanian di wilayahnya masih mengandalkan air hujan dan aliran sungai.
“Musim kemarau merupakan waktu yang tepat untuk melaksanakan normalisasi. Harapannya, sedimentasi sungai dapat terangkat, bentang sungai menjadi lebih lebar, dan daya tampung air meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan air bagi sektor pertanian,” ujar Camat Purwosari kepada JagatSembilan.com. Kamis (30/07/2026).
Ia menjelaskan, Kecamatan Purwosari memiliki luas lahan pertanian sekitar 3.376 hektare. Dari jumlah tersebut, 3.361 hektare merupakan sawah tadah hujan, sedangkan 115 hektare lainnya telah memiliki irigasi teknis. Kondisi ini menjadikan keberadaan sungai sebagai salah satu sumber utama pengairan pertanian di wilayah barat Kabupaten Bojonegoro.
Menurut Ike, Kali Panggang yang memiliki panjang sekitar 5 kilometer diharapkan mampu menjadi salah satu penopang kebutuhan air bagi lahan pertanian di Kecamatan Purwosari. Peningkatan kapasitas tampung sungai melalui normalisasi diharapkan dapat menjaga ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian tetap terpelihara.
“Produktivitas padi di Kecamatan Purwosari saat ini rata-rata mencapai sekitar 5 ton per hektare. Dengan kecukupan pengairan, kami berharap produksi pertanian dapat terus meningkat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bojonegoro,” pungkasnya.
Program normalisasi sungai yang dilaksanakan Pemkab Bojonegoro merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengoptimalkan infrastruktur sumber daya air. Selain mengurangi sedimentasi, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan fungsi sungai sebagai penyedia air bagi lahan pertanian, sehingga sektor pertanian tetap produktif meski menghadapi musim kemarau.(Red)














