JagatSembilan.com | Bojonegoro – Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi batik dan produk ekonomi kreatif, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha mereka. Salah satunya dirasakan oleh Abdul Jalal, pelaku usaha kuliner yang menjajakan rujak buah dan aneka camilan di area festival.
Abdul Jalal menjadi salah satu pelaku UMKM yang mendapatkan fasilitas stand gratis dari panitia dalam gelaran yang berlangsung pada 17–20 Juni 2026 tersebut. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk memperkenalkan produk kuliner kepada para pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Di stand miliknya, Abdul Jalal menawarkan rujak buah dengan berbagai pilihan buah segar yang dipadukan dengan bumbu khas. Selain itu, ia juga menyediakan beragam camilan yang menjadi favorit pengunjung untuk menemani aktivitas selama berada di area festival.
Menurut Abdul Jalal, keberadaan stand gratis sangat membantu pelaku usaha kecil dalam memperluas pemasaran tanpa harus terbebani biaya sewa tempat.
“Kami sangat bersyukur bisa mendapatkan stand gratis di Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026. Kegiatan seperti ini sangat membantu UMKM karena kami bisa memperkenalkan produk kepada lebih banyak masyarakat. Semoga dagangan kami semakin dikenal dan penjualan juga meningkat selama festival berlangsung,” ujar Mas Jalal sapaan akrabnya. Rabu (17/06/2026).
Mas Jalal menambahkan, antusiasme pengunjung sejak hari pertama menjadi harapan tersendiri bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan sekaligus menjalin relasi dengan pelanggan baru.
“Selain menjual rujak buah, kami juga menyediakan berbagai camilan untuk pengunjung. Mudah-mudahan festival ini membawa berkah bagi seluruh pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi. Kami berharap kegiatan seperti ini terus digelar karena manfaatnya sangat dirasakan oleh pelaku usaha kecil seperti kami,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menegaskan bahwa pelaksanaan Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 memang dirancang untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian dan promosi batik Bojonegoro, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas. Harapannya, kegiatan ini mampu membangkitkan UMKM yang ada di Bojonegoro dan meningkatkan perputaran ekonomi daerah,” ungkapnya.
Elzadeba menjelaskan, pada pelaksanaan tahun ini terdapat 26 peserta pameran dari luar Bojonegoro dan 23 peserta dari Bojonegoro. Selain itu, tersedia 69 stand di dalam tenda pameran yang diisi perajin batik, pelaku ekonomi kreatif, dan berbagai produk unggulan daerah. Di area luar tenda juga terdapat 39 stand UMKM lokal sehingga total sebanyak 108 stand turut meramaikan festival.
Hingga berita ini ditulis pada Rabu (17/6/2026) pukul 20.22 WIB, rangkaian Opening Ceremony Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 yang digelar di Alun-Alun Kota Bojonegoro masih berlangsung. Ribuan pengunjung tampak memadati area festival untuk menyaksikan berbagai rangkaian acara pembukaan yang berlangsung meriah.
Acara pembukaan tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Bojonegoro Hj Nurul Azizah, serta Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono. Turut hadir pula perwakilan Dekranasda dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur maupun Jawa Tengah yang memberikan dukungan terhadap pengembangan batik dan produk ekonomi kreatif daerah.
Suasana festival berlangsung semarak dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Selain menikmati pameran batik, pengunjung juga memadati area UMKM untuk berburu berbagai produk unggulan lokal, termasuk kuliner tradisional yang ditawarkan para pelaku usaha. Kehadiran ratusan peserta pameran dan UMKM menjadikan Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga momentum penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bojonegoro.














