JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), Sustainable Harmony Empowerment Indonesia (SHE ID) menggelar kegiatan Pelatihan Dasar Pertukangan Dinding Bata Ringan Inklusif Gender di Aula MTs Islamiyah Unggulan Balen, Selasa (5/5/2026).
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari PT Citicon Nusantara Industries dan diikuti masyarakat umum sebagai upaya meningkatkan keterampilan di bidang konstruksi yang kini terus berkembang.
Ketua SHE ID, Rizkun Navi’a Darojah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam mendorong pendidikan dan kesetaraan gender di tengah masyarakat.
“SHE ID merupakan yayasan yang berfokus pada pendidikan dan equality gender. Melalui pelatihan ini kami ingin membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan, untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan secara profesional,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Citicon Nusantara Industries atas dukungan penuh yang diberikan sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia industri dan masyarakat menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terampil dan siap bersaing.
“Pelatihan ini bukan hanya memberikan ilmu dan keterampilan baru, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta agar mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata, baik untuk kebutuhan pribadi maupun peluang usaha dan pekerjaan,” tambahnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dasar pertukangan dinding bata ringan dari narasumber Dini Fitri Sari selaku Product Development Manager PT Citicon Nusantara Industries yang menyampaikan materi teknis pertukangan bata ringan serta Dr. Ir. Hj. Nova Nevila Rodhi, S.T., M.T., CRMP, CIAP yang merupakan Kaprodi Teknik Sipil Unigoro yang menyampaikan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) inklusif gender.
Selain menekankan peningkatan kompetensi, kegiatan ini juga mengusung nilai inklusivitas, keselamatan kerja, dan produktivitas dalam dunia konstruksi.
Di akhir sambutannya, Rizkun Navi’a Darojah berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi langkah awal lahirnya tenaga kerja konstruksi yang terampil, inklusif, dan berdaya saing.














