Perputaran Uang Capai 760 Juta, Manajemen Persibo Seriusi untuk Naik Kasta

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Keseriusan manajemen baru Persibo Bojonegoro di bawah kendali Eko Setyawan sebagai CEO untuk kembali naik kasta Liga dua pada periode 2024/2025 bukan hanya ucapan saja. Manajemen sangat serius membesut tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Bojonegoro untuk promosi.

Hal itu dibuktikan dengan ditunjuknya Persibo menjadi tuan rumah babak 28 besar Liga 3 Kapal Api PSSI Jatim 2023 yang akan dilaksanakan mulai 7 Januari 2024 mendatang.

“Ini kabar baik bagi kami masyarakat kecil, khususnya pedagang sekitar stadion, lantaran Persibo ditunjuk menjadi tuan rumah lagi. Selama putaran penyisihan putaran 1 dan putaran 2 banyak sekali dampak positif untuk kami,” ungkap Sugeng, pemilik warung depan stadion. Sabtu (23/12/2023).

Hal yang sama juga disampaikan Mas Parno, pedagang asongan yang mangkal di SLS (Stadion Letjend H. Soedirman) ketika Persibo bertanding. Menurut Mas Parno dirinya bersyukur menjadi tuan rumah.

“Sangat bersyukur adanya Persibo menjadi tuan rumah, kami dan teman-teman sangat berterima kasih kepada Panpel Persibo karena dipermudah untuk berdagang dan hasilnya bisa untuk menghidupi keluarga kami orang kecil”, kata Mas Parno dengan senyumnya.

Sementara itu Lasmiran Ketua Panpel Persibo mengatakan, menurut perhitungan diperkirakan setiap Persibo Bojonegoro bertanding, lebih dari Rp. 760,000,000,. uang yang berputar di Kabupaten Bojonegoro. Uang itu terdiri dari :

– Rp. 60,000,000, Pemasukan asongan didalam dan luar stadion.

– Rp. 20,000,000, Jasa parkir diluar area stadion

– Rp. 30,000,000, Pemasukan warung sekitar stadion

– Rp. 50,000,000, Pemasukan warung dan kafe di dalam kota.

– Rp. 100,000,000, Perputaran sektor lainnya.

– Rp. 500,000,000, Sewa hotel, makan, laundry dan kebutuhan lainnya untuk tim luar. tentunya gairah ini juga membangkitkan ekonomi rakyat di Kabupaten Bojonegoro.

Selain itu menurut Lasmiran, ada juga yang dirasakan langsung oleh Masyarakat Bojonegoro. Panpel Persibo juga telah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan membayar sewa stadion sebesar Rp. 180,000,000, untuk pertandingan penyisihan Group N atau membayarat Rp. 30.000.000, per pertandingan dikalikan enam pertandingan/hari, termasuk membayar untuk pertandingan ujicoba dan latihan lebih dari Rp. 15,000,000,. Selain itu juga dengan ditambah pajak tiket sebesar Rp. 28.600.000,.

“Total yang sudah kami bayarkan ke Pemerintah Kabupaten Bojonegoro lebih dari Rp220,000.000,-. Per tanggal 22 Desember semuanya sudah kami bayarkan,” ucap Lasmiran.

Lasmiran menceritakan, untuk sekelas Liga 3 yang kompetisinya masih amatir, tentunya ini sangat mahal dan berat. Bisa dikatakan sewa stadion SLS untuk tim Liga 3 Amatir, termasuk termahal yang ada di wilayah NKRI. Bahkan lebih mahal dari sewa stadion beberapa klub professional Liga 1 dan Liga 2 Indonesia.

“Harapan saya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan DPRD memiliki solusi tentang sewa stadion ini. Ini penting bagi Persibo yang sedang berjuang untuk naik kasta dan selalu ingin menjadi tuan rumah, agar para pendukungnya tidak jauh-jauh dalam menonton,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, tidak menutup kemungkinan, jika tidak ada solusi dari Pemerintah dan DPRD Bojonegoro, Panpel akan mempertimbangkan mencari alternatif stadion lainnya diluar Kabupaten Bojonegoro.

“Kemarin kita telah berkoordinasi dengan Ketua Panpel Persela Lamongan yang menggunakan Stadion Bumi Wali Tuban, mereka hanya sewa Rp. 10,000,000, saat melawan Persipa Pati. Padahal itu pertandingan Liga 2 yang sudah profesional. Sehingga sangat mungkin kita akan mencari kendang diluar Kabupaten Bojonegoro untuk menjadi tuan rumah 28 besar Liga 3 Jatim maupun tuan rumah lainnya,” ungkap Ambon, nama panggilan Lasmiran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *