PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro Bekali Mahasiswa Baru Hadapi Era AI

PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro 2026 diikuti 370 mahasiswa baru
PKKMB IKIP PGRI Bojonegoro 2026 diikuti ratusan mahasiswa baru dari enam program studi.

JagatSembilan.com | Bojonegoro — Diikuti oleh ratusan mahasiswa baru mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) IKIP PGRI Bojonegoro yang digelar di Aula IKIP PGRI Bojonegoro, Jalan Panglima Polim, Kabupaten Bojonegoro, Senin (31/8/2026).

Kegiatan PKKMB tahun ini mengusung tema “Technocraft: Crafting Future Skills Through Creativity, Character and Technology”. Tema tersebut menjadi pijakan bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus membangun kesiapan menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan kompetensi masa depan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor IKIP PGRI Bojonegoro, Dr. Ima Isnaini, beserta jajaran pimpinan, para dosen dan staf. Hadir pula Ardhian Orianto, Sekretaris Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Bojonegoro, M. Zamroni, Sekretaris Dinas Pendidikan Bojonegoro, jajaran pengurus BEM IKIP PGRI Bojonegoro, serta seluruh peserta PKKMB.

Ratusan mahasiswa baru tersebut berasal dari enam program studi, yakni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Matematika, serta Pendidikan Teknologi Informasi.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ima Isnaini menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang telah resmi menjadi bagian dari keluarga besar IKIP PGRI Bojonegoro.

“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru IKIP PGRI Bojonegoro. Hari ini menjadi awal dari perjalanan baru, bukan hanya untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi, tetapi juga untuk membentuk karakter, kreativitas dan kompetensi yang akan menjadi bekal menghadapi masa depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema Technocraft memiliki makna penting karena mahasiswa saat ini berada pada lingkungan yang tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi.

Menurutnya, teknologi tidak cukup hanya dipahami sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan. Mahasiswa perlu memiliki kemampuan untuk menciptakan, mengembangkan dan memanfaatkan teknologi secara kreatif serta bertanggung jawab.

“Crafting Future Skills berarti kita bersama-sama membentuk keterampilan masa depan. Tetapi keterampilan itu tidak hanya tentang teknologi. Ada kreativitas dan karakter yang harus berjalan bersama,” jelas perempuan yang juga Ketua Inspira Risbo itu.

Dr. Ima menekankan, perkembangan artificial intelligence (AI) harus disikapi mahasiswa dengan kemampuan adaptasi dan kreativitas. AI, menurutnya, bukan semata-mata sesuatu yang harus ditakuti, melainkan teknologi yang perlu dipahami dan dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung proses belajar serta menghasilkan inovasi.

“Teknologi berkembang sangat cepat. Karena itu mahasiswa harus adaptif. Jangan sampai teknologi yang berkembang justru membuat kita kehilangan kreativitas dan karakter. Justru dengan kreativitas, karakter dan teknologi, mahasiswa dapat menciptakan sesuatu yang memiliki manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap mahasiswa baru tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga aktif mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, kepemimpinan dan kepedulian sosial selama menjalani kehidupan kampus.

“Manfaatkan masa kuliah untuk belajar sebanyak-banyaknya, membangun jejaring, berorganisasi dan menghasilkan karya. Jadilah mahasiswa yang memiliki kompetensi sekaligus karakter,” pesannya.

Sementara itu, Ardhian Orianto, Sekretaris BRIDA Bojonegoro, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan materi bertajuk “Membangun Generasi Inovatif dan Adaptif di Era Artificial Intelligence untuk Mewujudkan Kemandirian Teknologi Bangsa Berbasis Kearifan Lokal.”

Materi tersebut mengajak mahasiswa baru memahami perubahan yang dibawa oleh perkembangan AI sekaligus melihat peluang inovasi yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan potensi dan kearifan lokal.

Kehadiran BRIDA Bojonegoro dalam PKKMB tersebut juga menjadi ruang untuk memperkenalkan pentingnya riset, inovasi dan kemampuan adaptasi teknologi kepada generasi muda, khususnya mahasiswa.

Melalui PKKMB, IKIP PGRI Bojonegoro tidak hanya memperkenalkan lingkungan akademik kepada mahasiswa baru, tetapi juga menanamkan perspektif mengenai tantangan dan peluang masa depan.

Dengan mengintegrasikan kreativitas, karakter dan teknologi, mahasiswa diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang adaptif, inovatif dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *