PMII Bojonegoro Gelar Demonstrasi di DPRD, Gaungkan Reformasi dan Hentikan Represifitas Aparat

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Gedung DPRD Bojonegoro pada Kamis (4/9/2025) siang dipenuhi suara lantang mahasiswa. Puluhan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bojonegoro menggelar aksi demonstrasi, menuntut reformasi lembaga negara sekaligus mendorong lahirnya kebijakan publik yang lebih berpihak pada rakyat kecil.

Sekitar pukul 11.30 WIB, massa memulai long march dari sekretariat PC PMII di Jalan Pondok Pinang menuju DPRD Bojonegoro. Mereka membawa bendera, spanduk, dan poster berisi tuntutan. Setiba di lokasi, aksi diwarnai dengan orasi bergantian, pembacaan sumpah mahasiswa, nyanyian Indonesia Raya, hingga penampilan puisi perjuangan dan teatrikal.

Sebagai bentuk simbolis perlawanan sekaligus memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, massa juga melantunkan sholawat serta menabur bunga di halaman gedung dewan.

Dalam orasinya, mahasiswa mengkritisi sejumlah persoalan bangsa, mulai dari kebijakan pajak dan tunjangan DPR, lambannya pengesahan UU Perampasan Aset, hingga tindakan represif aparat terhadap masyarakat kecil, termasuk pengemudi ojek online.

“Aparat seharusnya melindungi rakyat, bukan menindas. Reformasi lembaga negara harus segera dilakukan demi keadilan sosial!” tegas salah satu orator dari atas mobil komando.

PMII Bojonegoro juga menuntut DPRD lebih progresif menjalankan fungsi pengawasan dan berperan aktif menyuarakan aspirasi masyarakat hingga tingkat nasional, terutama kepada Presiden Prabowo Subianto.

Adapun tujuh tuntutan yang dikemukakan meliputi:

  1. Reformasi DPR
  2. Reformasi partai politik
  3. Reformasi pajak yang lebih adil dengan redistribusi transparan dan berkeadilan
  4. Pengesahan UU Perampasan Aset
  5. Reformasi Polri
  6. Kembalikan TNI ke barak
  7. Bebaskan massa aksi yang masih ditahan
H. Abdulloh Umar Ketua DPRD Bojonegoro menerima langsung aspirasi PMII Bojonegoro

Aksi tersebut direspons langsung oleh pimpinan DPRD Bojonegoro. Ketua DPRD, Abdullah Umar, bersama sejumlah anggota dewan lainnya, di antaranya Hj. Mitro’atin, Drs. Ec. Anis Musthafa, Natasha Devianti, Sigit Kushariyanto, Ahmad Supriyanto, Lasuri, Sudiyono, Sahudi, dan Sally Artasasmi, menemui para mahasiswa.

“Kami akan meningkatkan lagi kinerja kami,” ujar Abdullah Umar sebelum menandatangani dokumen tuntutan yang diserahkan mahasiswa.

“Setelah kita tandatangani, hari ini juga akan kita kirim ke DPR RI,” tambah politisi PKB itu.

Dokumen tuntutan kemudian diserahkan langsung oleh perwakilan PMII kepada pimpinan dewan. Aksi berjalan aman dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, dan sekitar pukul 13.30 WIB massa membubarkan diri secara tertib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *