Politik Identitas, Manfaat dan Bahayanya

Oleh : Dr.(C) Ahmad Jakfar Al Mansur, M.Pd
Tokoh Muda NU Bojonegoro 

Dalam beberapa waktu belakangan ini, jagat media daring maupun cetak di Indonesia kembali diramaikan oleh wacana politik identitas (identity politics).

Wacana ini kemudian menggiring kontroversi mengenai boleh tidaknya sebuah kelompok menggunakan politik identitas, atau apa kaitan antara politik identitas dengan politik praktis.

Menurut Abdillah, politik identitas adalah kegiatan politik yang berdasarkan identitas individu baik dari etnis, ras, suku, hingga agama.

Hasil penelitian ini menunjukan penyebab terbentuknya politik identitas bermula dengan terjadinya ketegangan antara kelompok mayoritas dan minoritas yang memicu terjadinya konflik keragaman seperti konflik antar etnis, budaya, ras dan antar agama yang ditunggangi oleh partai politik serta rezim presidential threshold.

Manfaat

Manfaat dari politik ini adalah menjadikan kelompok fanatik dan solid tanpa pertimbangan rasional alias fanatik buta. Hal itu menguntungkan bagi para aktor politik licik dan haus kekuasaan.

Bahaya Politik Identitas 

Bahaya Politik Identitas adalah bisa membelah masyarakat dalam waktu yang lama. Ini terjadi karena politik identitas adalah bagian dari strategi politik itu sendiri yang fokus mencari perbedaan di tengah masyarakat lalu memanfaatkan primordialisme masyarakat untuk menarik simpati politik.

Kesimpulan

Politik identitas seringkali disalahpahami sebagai bagian dari politik praktis atau bahkan merupakan politik kebangsaan. Memang, kesamaan identitas menjadi pemersatu bagi anggota suatu kelompok (in group unity). Namun, dalam konteks kebangsaan Indonesia yang majemuk, menonjolkan identitas kelompok secara dominan justru dapat menjadi potensi ancaman bagi persatuan dan kesatuan bangsa (nation unity).

Disinilah pembeda antara politik identitas dengan politik kebangsaan, sebab yang satu ingin meraih tujuan eksklusif kelompoknya sendiri, sedangkan yang lain bertujuan untuk meraih tujuan inklusif bagi kehidupan bersama.

 

*Penulis merupakan Wakil Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Bojonegoro yang peduli terhadap isu-isu nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *