Putra Bojonegoro Pratikno Kembali Dipercaya, Kini Pimpin Wantimpres di Era Presiden Prabowo

Pratikno saat menghadiri penyelarasan RPJMD Bojonegoro 2025-2029
Pratikno saat menghadiri acara penyelarasan RPJMD Bojonegoro 2025-2029. Doc JagatSembilan

JagatSembilan.com | Jakarta – Kiprah putra Bojonegoro, Pratikno, di pemerintahan pusat kembali berlanjut. Setelah sebelumnya menduduki sejumlah posisi strategis, Pratikno kini dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia.

Pratikno, yang lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, pada 13 Februari 1962, dilantik bersama 25 anggota Wantimpres lainnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.

Dalam susunan pimpinan Wantimpres yang baru, Pratikno dipercaya sebagai ketua merangkap anggota. Sementara Hatta Rajasa ditetapkan sebagai wakil ketua merangkap anggota dan Muhammad Qodari sebagai sekretaris merangkap anggota.

Pelantikan tersebut menjadi kelanjutan penugasan Pratikno di pemerintahan pusat setelah ia mengakhiri masa tugasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK). Pergantian susunan kabinet berlangsung sehari sebelumnya, Kamis (1/10/2026).

Dari Bojonegoro ke Panggung Pemerintahan Nasional

Perjalanan Pratikno di pemerintahan nasional tidak berlangsung secara tiba-tiba. Sebelum masuk ke pemerintahan, ia lebih dahulu dikenal sebagai akademisi di bidang ilmu politik.

Pratikno merupakan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pernah dipercaya menjadi Rektor UGM pada periode 2012–2014. Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM dan menyelesaikannya pada 1985. Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut hingga meraih gelar doktor Ilmu Politik dari Flinders University of South Australia.

Kariernya kemudian membawa Pratikno dari lingkungan akademik menuju pemerintahan nasional. Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, ia dipercaya menjabat Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) selama dua periode, yakni 2014–2024.

Setelah satu dekade berada di posisi Mensesneg, Pratikno kembali mendapat penugasan di pemerintahan Presiden Prabowo dengan menjabat sebagai Menko PMK. Setelah perubahan susunan kabinet pada awal Oktober 2026, ia kemudian dipercaya mengemban amanah baru sebagai Ketua Wantimpres.

Penunjukan tersebut membuat perjalanan karier Pratikno kembali bersinggungan dengan salah satu lembaga strategis di lingkungan kepresidenan. Sebagai Ketua Wantimpres, ia bersama anggota lainnya memiliki tugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan.

Pratikno Bicara Keberagaman Anggota Wantimpres

Usai dilantik, Pratikno menyampaikan bahwa dirinya bersama anggota Wantimpres akan memanfaatkan latar belakang, pengalaman, serta pengetahuan yang dimiliki para anggota untuk menjalankan tugas memberikan masukan kepada Presiden.

Menurut Pratikno, komposisi Wantimpres yang baru terdiri atas tokoh-tokoh dengan latar belakang yang beragam.

“Anggota-anggota Wantimpres yang baru ini adalah tokoh-tokoh nasional dari berbagai bidang, dari berbagai agama, dari berbagai profesi yang sudah berpengalaman membaktikan diri pada negeri kita tercinta,” kata Pratikno seperti yang dikutip dari kantor berita antara.

Ia juga menyampaikan bahwa Wantimpres akan menjalankan tugas berdasarkan mandat undang-undang, terutama dalam memberikan saran, masukan, dan pertimbangan kepada Presiden. Pernyataan tersebut juga disampaikan Pratikno setelah prosesi pelantikan di Istana Negara.

Dengan amanah baru tersebut, Pratikno kembali menempati salah satu posisi penting dalam pemerintahan pusat. Perjalanan panjangnya, mulai dari akademisi, Rektor UGM, Mensesneg, Menko PMK hingga kini menjadi Ketua Wantimpres, menjadi bagian dari perjalanan karier putra kelahiran Bojonegoro yang terus berkiprah di tingkat nasional.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *