Protes Terhadap Pejabat Publik yang Merusak Kemerdekaan Pers, AJI dan PWI Gelar Demontrasi Depan Gedung Pemkab Bojonegoro

Oplus_131072

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Sejumlah wartawan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Bojonegoro. Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap pejabat publik yang merusak kemerdekaan pers dengan menyembunyikan informasi publik, Senin (28/10/2024).

Aksi digelar pasca Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Bojonegoro Triguno Sudjono Prio emosional dan mengusir sejumlah wartawan yang sedang melakukan kerja-kerja jurnalistik.

Pada Kamis (24/10/2024) lima wartawan mengonfirmasi keberadaan Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto yang ditengarai sedang berada di luar negeri. Namun, informasi tersebut tidak terkonfirmasi karena baik Triguno maupun Pj Bupati Adriyanto tidak menjawab.

Tindakan pejabat publik yang tidak transparan tersebut mendapat kritik dari sejumlah wartawan dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro dengan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Bojonegoro.

“Kami mengutuk pejabat publik yang merusak kebebasan dan kemerdekaan pers dengan tidak transparan terhadap publik,” ujar Ketua AJI Bojonegoro M Sueb saat melakukan aksi.

Orator dalam aksi unjuk rasa, Yana Dwi mengungkap, jika pejabat publik yang emosional artinya belum dewasa dalam berpikir. Padahal secara aturan, kerja-kerja jurnalistik diatur secara khusus dalam UU Pers nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.

“Terutama dalam Pasal 18, disebutkan bahwa pelaku yang menghalang-halangi kerja jurnalistik bisa terancam pidana,” katanya.

Sementara Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro M Yazid menegaskan kembali, jika pejabat yang menolak dikonfirmasi perihal informasi publik itu merupakan bentuk ketidakterbukaan pemerintah. “Harus ada evaluasi bagi pejabat yang tidak terbuka,” tegasnya.

Dalam aksi unjuk rasa itu, tidak ada pejabat yang menemui demonstran. Setelah menyampaikan tuntutan dengan menggunakan selebaran maupun orasi, kemudian massa membubarkan diri. Aksi dijaga oleh aparat kepolisian di depan pintu gerbang Pemkab Bojonegoro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *