Rapat Konsultasi PBNU di Lirboyo Putuskan Muktamar ke-35 Digelar Secepatnya

JagatSembilan.com | Kediri — Rapat Konsultasi Syuriyah dengan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025), memutuskan bahwa Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama harus dilaksanakan secepatnya. Keputusan tersebut disepakati sebagai langkah strategis untuk menjaga keutuhan dan soliditas organisasi.

Rapat konsultasi ini dihadiri langsung oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar serta Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Agenda rapat telah dijadwalkan oleh Rais Aam PBNU melalui surat bernomor 4829/PB.02/A.I.01.02/99/12/2025 yang diterbitkan pada Rabu (24/12/2025).
Sementara itu, kehadiran Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam forum tersebut berdasarkan undangan resmi dari Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, KH M. Anwar Manshur, dengan nomor surat 064/A/AZM/P2L/XII/2025.

Sejumlah tokoh nasional dan ulama sepuh PBNU turut hadir dalam rapat konsultasi tersebut. Dari jajaran Mustasyar PBNU, hadir Prof Dr KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, serta Prof Machasin. Dari jajaran Rais Syuriyah PBNU, hadir antara lain KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Idris Hamid, KH Mu’adz Thohir, KH Muhibbul Aman Aly, KH Imam Buchori Cholil, KH Muhammad Cholil Nafis, serta Prof Mohammad Nuh.

Adapun dari jajaran Katib Syuriyah PBNU, tampak hadir KH Ahmad Nadhif Abdul Mujib, KH Afifuddin Dimyathi (Gus Awis), KH Tajul Mafakhir, KH Abdul Moqsith Ghazali, dan KH Sarmidi Husna.

Usai rapat, Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin menegaskan bahwa peran para mustasyar dan kiai sepuh dalam forum tersebut adalah memfasilitasi penyatuan langkah demi menghilangkan potensi konflik internal di tubuh NU.

“Kita para mustasyar (dan) kiai sepuh itu hanya memfasilitasi ke arah yang sama: menghilangkan konflik, menyatu lagi, kemudian mengadakan muktamar,” ujar Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin.

Dalam rapat tersebut, Syuriyah dan Mustasyar PBNU juga menyepakati bahwa pelaksanaan Muktamar ke-35 NU menjadi tanggung jawab Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf. Kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi jalan keluar terbaik demi keberlangsungan organisasi dan menjaga marwah Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah.

 

*) Dirangkum dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *