JagatSembilan.com | Bojonegoro – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bojonegoro dari sektor pariwisata pada tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024, khususnya dari sisi persentase capaian.
Berdasarkan data rekapitulasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, hingga 29 Desember 2025 realisasi PAD sektor pariwisata mencapai Rp1.177.126.500 dari target Rp1.773.612.579, atau setara 66,37 persen.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024. Pada periode yang sama, realisasi PAD sektor pariwisata tahun 2024 tercatat Rp859.377.000 dari target Rp1.731.709.980, dengan persentase realisasi 49,63 persen.
Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Bojonegoro, Amin Asrofin, mengatakan peningkatan tersebut menjadi indikator positif mulai pulih dan tumbuhnya sektor pariwisata daerah.
“Alhamdulillah, capaian PAD sektor pariwisata Kabupaten Bojonegoro tahun 2025 mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun 2024, khususnya dari sisi persentase realisasi. Ini menunjukkan adanya peningkatan kunjungan wisata serta perbaikan tata kelola di sejumlah objek wisata,” ujar Amin Asrofin. Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan, peningkatan realisasi PAD terlihat di sejumlah objek wisata unggulan. Dander Park pada tahun 2025 mencatat realisasi 54,07 persen, meningkat dari tahun 2024 yang berada di angka 43,16 persen.
Sementara itu, Kayangan Api menjadi penyumbang tertinggi dengan realisasi 132,29 persen, melampaui capaian tahun sebelumnya yang sebesar 88,91 persen.
Sementara itu gedung Serba Guna juga menunjukkan tren positif dengan realisasi 83,78 persen pada tahun 2025, naik dari 62,53 persen pada tahun 2024. Meski demikian, beberapa objek seperti Pesanggrahan dan Waduk Pacal masih memerlukan upaya optimalisasi karena realisasinya belum maksimal.
“Beberapa objek wisata unggulan seperti Kayangan Api bahkan mampu melampaui target, sementara objek lainnya juga menunjukkan tren positif meskipun masih perlu terus didorong optimalisasinya,” lanjut Amin.
Selain objek wisata utama, pada tahun 2025 Disbudpar Bojonegoro juga mencatat kontribusi PAD dari objek wisata baru, di antaranya Galeri Bengawan, Padangan Heritage, dan Rumah Singgah Wonocolo, yang mulai memberikan tambahan pendapatan meski belum ditetapkan target resmi.
Amin Asrofin menegaskan, pihaknya akan terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD daerah.
“Ke depan, kami akan terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana, penguatan promosi, serta peningkatan sinergi dengan pengelola dan masyarakat sekitar agar kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD semakin meningkat dan berkelanjutan,” tandasnya.














