JagatSembilan.com | Bojonegoro – Rintisan praktik dokter yang digagas IKAMI Attanwir resmi diluncurkan dalam suasana khidmat dan penuh harapan. Senin (16/02/2026). Peresmian tersebut turut dihadiri Direktur RS Muslimat NU Muna Anggita Bojonegoro, drg. Sofan Solikin, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan berbasis pesantren, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Kehadiran drg. Sofan Solikin menjadi simbol sinergi antara lembaga kesehatan dan institusi pendidikan pesantren. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat akses layanan kesehatan bagi para santri maupun masyarakat sekitar.
Peresmian diawali doa bersama serta sambutan dari para pengasuh dan mitra lembaga. Rintisan layanan kesehatan ini dihadirkan sebagai komitmen meningkatkan akses kesehatan bagi santri agar proses belajar dan ibadah dapat berjalan optimal.
Pengasuh Pondok Pesantren Attanwir, KH. Fuad Sahal, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya layanan tersebut. Ia menegaskan pentingnya kesehatan sebagai fondasi kehidupan.
“Kesehatan itu mahkota di atas kepala orang yang sehat, yang hanya bisa dilihat oleh orang sakit,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW, “Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ra’iyyatihi”, bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Menurutnya, kehadiran klinik ini merupakan wujud tanggung jawab lembaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada umat.
Ia turut mengutip pesan, “Khoirunnas anfa’uhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain), sebagai spirit utama pengabdian. Selain itu, beliau menekankan urgensi ilmu dalam setiap amal.
“Menuntut ilmu itu wajib bagi muslim dan muslimah. Orang tanpa ilmu maka amalnya bisa tertolak,” tuturnya.
Attanwir sendiri membina berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, MTs, MA, SMK hingga Institut Attanwir, dengan total peserta didik 4.984 orang dan santri mukim sebanyak 607 anak.
Pada momentum peresmian, KH. Ahmad Fuad Sahal tercatat sebagai pasien pertama yang melakukan pemeriksaan kesehatan pada 16 Februari 2026, menandai dimulainya operasional layanan tersebut.
Sementara itu, drg. Sofan Solikin menyampaikan apresiasi atas inisiatif para alumni IKAMI Attanwir.
“Saya sangat senang berada di sini. Saya melihat semangat para alumni luar biasa. Ini adalah langkah awal yang sangat baik,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti bahwa masih sedikit pesantren di Bojonegoro yang secara serius membangun sistem layanan kesehatan internal bagi santrinya. Padahal, menurutnya, kesehatan merupakan faktor penting agar proses belajar tidak terganggu dan ibadah dapat berjalan lancar.
Sebagai pimpinan rumah sakit, ia menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan layanan tersebut agar terus bertumbuh secara profesional.
“Harapannya, rintisan ini ke depan benar-benar bisa berkembang menjadi klinik kesehatan yang lengkap dan profesional,” tambahnya.
Kehadiran rintisan klinik kesehatan IKAMI Attanwir ini menjadi babak baru penguatan layanan berbasis pesantren. Selain unggul di bidang pendidikan, Attanwir kini semakin mempertegas perannya dalam sektor kesehatan sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat, berilmu, dan berdaya saing.
Dengan dukungan mitra seperti RS Muslimat NU Muna Anggita Bojonegoro serta semangat kebersamaan para alumni dan pengelola, rintisan ini diharapkan menjadi embrio pusat layanan kesehatan yang representatif, profesional, dan memberi manfaat luas bagi umat.














