RSUD Padangan Bojonegoro Percepat Transformasi Digital, Waktu Tunggu Pasien Turun Drastis

Petugas melayani pendaftaran poliklinik di RSUD Padangan Bojonegoro dengan sistem digital.
Petugas melayani pasien di bagian pendaftaran poliklinik RSUD Padangan Bojonegoro yang telah menerapkan sistem digital untuk mempercepat layanan.

JagatSembilan.com | Bojonegoro – RSUD Padangan Bojonegoro terus memperkuat transformasi digital dalam sistem pelayanan kesehatan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini menitikberatkan digitalisasi layanan guna menghadirkan excellent service atau pelayanan prima bagi masyarakat.

Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui inovasi Rajal Cermat Plus (Rawat Jalan Cepat, Ringkas, dan Tepat Plus Pemisahan Depo Farmasi Rawat Jalan dan Rawat Inap). Program ini terbukti mampu memangkas waktu tunggu pasien secara signifikan.

Sebelum sistem ini diterapkan, rata-rata waktu yang dibutuhkan pasien sejak pendaftaran hingga menerima obat mencapai 5 jam 32 menit. Setelah integrasi layanan berbasis digital dijalankan, durasi tersebut berhasil ditekan menjadi 2 jam 11 menit.

“Fokus kami adalah memberikan pelayanan yang cepat dan tepat. Melalui Rajal Cermat Plus, kami menggabungkan pendaftaran online, rekam medis elektronik yang paperless, hingga resep elektronik,” kata Direktur RSUD Padangan, dr. Ratih Wulandari, M.H, M.M. Kamis (12/02/2026)

Integrasi Digital Permudah Akses Layanan

Melalui Rajal Cermat Plus, pasien memperoleh sejumlah kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan, antara lain:

  • Tanpa antre panjang karena pendaftaran dapat dilakukan secara online dari rumah.
  • Datang sesuai jadwal tanpa harus menunggu lama di ruang tunggu.
  • Proses pelayanan lebih cepat berkat penggunaan rekam medis elektronik yang memperlancar koordinasi antar unit, mulai dari poli hingga pengambilan obat.

Selain itu, depo farmasi kini dipisahkan antara layanan rawat jalan dan rawat inap sehingga alur distribusi obat menjadi lebih efektif dan terorganisir.

Digitalisasi ini tidak hanya mempercepat layanan, tetapi juga meningkatkan efisiensi internal rumah sakit melalui sistem yang terintegrasi dan minim penggunaan kertas (paperless).

Bangun Zona Integritas dan Budaya Kerja SIGAP

Upaya percepatan pelayanan di RSUD Padangan juga dibarengi dengan pembangunan Zona Integritas (ZI). Langkah ini bertujuan memastikan layanan yang cepat tetap berjalan secara bersih, transparan, dan akuntabel.

Seluruh pegawai telah menandatangani Pakta Integritas dan menerapkan budaya kerja SIGAP (Siap dan Tanggap) sebagai standar etos kerja.

Untuk menjaga akuntabilitas, RSUD Padangan menyediakan kanal pelaporan berbasis digital, yakni:

  • Barcode PPgrat sebagai sarana pengelolaan dan pelaporan gratifikasi.
  • Whistleblowing System, saluran pelaporan yang menjamin kerahasiaan identitas pelapor.

“Zona Integritas adalah langkah nyata kami membangun lingkungan kerja yang jujur dan disiplin. Kami melihat adanya perubahan positif pada etos kerja karyawan dan meningkatnya kepercayaan publik,” tambah dr. Ratih.

Target WBBM Setelah Raih Predikat WBK

Setelah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), RSUD Padangan kini menargetkan capaian yang lebih tinggi, yakni Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Harapan kami, RSUD Padangan terus meningkatkan pelayanan dengan keramahan, kejujuran, dan profesionalisme. Kami berkomitmen agar ke depan masyarakat merasakan kualitas pelayanan kesehatan yang benar-benar prima dan bebas dari segala bentuk pungutan liar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *