JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pencarian terhadap Taslam (60) warga Desa/Kecamatan Kanor yang terpeleset dan terbawa arus Bengawan Solo sampai hari ke-3 Kamis (23/01/2025) belum juga ditemukan.
Menurut informasi dari Agus Priyanto Relawan LPBINU Bojonegoro yang ikut dalam pencarian korban tenggelam, upaya menemukan korban sampai Bendung Gerak Babat yang berlokasi di Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.
Hal senada juga dikatakan oleh Laela Nor Ainy Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, menurutnya pencarian sampai bendung gerak Babat.
“Masih nihil,” kata Bu Ainy sapaan akrab dari Laela Nor Ainy menjawab pertanyaan jagatsembilan.com terkait perkembangan pencarian korban tenggelam pada Selasa (21/01/2025) kemarin.
Menurut Bu Ainy, ada 17 element Tim SAR yang membantu mencari korban tenggelam. 17 element itu adalah
- BPBD Jatim 2 Org
- Basarnas 5 Org
- Damkarmat 5 Org
- BPBD Bojonegoro 10 Org
- EBR 6 Org
- SATPOL PP 2 Org
- TNI 12 Org
- Polres 3 Org
- Polsek 5 Org
- Brimob 4 Org
- MDMC 3 Org
- PMI 4 Org
- LPBINU 3 Org
- URC Terate 3 Org
- Orari 5 Org
- DESTANA 3 Org
- Pemdes Kanor

Sementara itu, drg. Sofan Solikin Sekretaris PC LPBINU Bojonegoro dalam keterangannya mengatakan ikut berempati terhadap korban dan keluarga. Dokter Sofan sapaan akrab dari drg Sofan Solikin juga menyemangati relawannya yang terus aktif ketika ada peristiwa kemanusiaan.
“Semoga semua Tim SAR diberikan kekuatan dan korban cepat ditemukan,” kata Dokter Sofan yang juga Direktur RS Muslimat NU Muna Anggita itu.
Bahwa Taslam warga Desa/Kecamatan Kanor Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (21/01/2025) kemarin dilaporkan terpeleset dan terbawa arus Bengawan Solo. Pencarian oleh BPBD Bojonegoro dengan Tim SAR gabungan sampai hari ke-3 belum juga ditemukan. Bahkan sampai Bendung Gerak Babat yang berlokasi di Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.














