SapaBupati, Program Komunikatif Wahono-Nurul bersama Masyarakat

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Komunikasi dua arah antara pejabat dan masyarakat amat penting. Ini bertujuan agar berbagai intervensi positif dari pemerintah, bisa diimplementasikan berbasis kebutuhan. Hal ini yang akan diaplikasikan paslon Setyo Wahono – Nurul Azizah pada birokrasi Bojonegoro.

Kurangnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, berdampak pada tidak jelasnya program dari pemerintah. Ini terjadi karena intervensi dan penindakan bukan karena kebutuhan, tapi karena penyesuaian anggaran. Hal ini tentu patut untuk diperbaiki.

Yusuf Alda, salah seorang pemuda Ledok Bojonegoro mengatakan, masyarakat Bojonegoro, secara umum, sangat butuh pemimpin yang bisa diajak berkomunikasi. Bukan pemimpin yang maunya hanya dituruti. Dia merasa, lima tahun belakangan, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat seperti tidak pernah ada.

“Nah, ini dampaknya program pembangunan seperti tidak diperuntukkan masyarakat. Sebab, fungsinya tidak jelas,” kata Yusuf Alda.

Yusuf menambahkan, banyaknya taman yang ada di Kota Bojonegoro misalnya, menurut dia, tidak dibangun atas komunikasi yang jelas. Dampaknya, fungsi dan kebermanfaatan yang didapat masyarakat menjadi tidak jelas. Karena itu, dia berharap agar ke depan, pemimpin Bojonegoro punya kapasitas yang baik dalam berkomunikasi dengan masyarakat.

Sukur Priyanto Ketua Partai Demokrat Bojonegoro mengatakan, pembangunan Bojonegoro harus dilakukan berbasis komunikasi dengan masyarakat. Sebab, jika tidak, maka dampak yang diterima masyarakat tidak jelas. Karena itu, Sukur menegaskan, Bojonegoro harus dipimpin figur yang komunikatif dan bisa mendengar keluhan.

“Bojonegoro ini kota besar, harus dipimpin figur yang komunikatif,” kata Sukur.

Sukur juga menjelaskan, selama hampir 5 tahun belakangan, program pembangunan di Bojonegoro terkesan serampangan dan tidak berbasis komunikasi. Menurutnya, dampaknya, intervensi positif dari pemerintah kurang berdampak bagi masyarakat. Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat lebih memilih paslon yang punya kemampuan komunikasi dan mendengar dengan baik.

“Mas Setyo Wahono dan Bu Nurul sangat komunikatif. Bahkan, mereka juga menyiapkan program-program yang berbasis komunikasi dua arah. Contohnya adalah program SapaBupati,” imbuh Sukur.

Sementara Setyo Wahono, dalam program unggulannya, memang memprioritaskan komunikasi dua arah. Bahkan, paslon nomor 2 menjadikan komunikasi dua arah sebagai program khusus, yaitu Saluran Aspirasi dan Pengaduan untuk Bupati (SapaBupati). Program SapaBupati merupakan medium pengaduan/aspirasi publik.

“Ini agar Bupati bisa berkomunikasi langsung dengan masyarakat,” tata Setyo Wahono yang juga mantan Wakil Ketua PC GP Ansor Bojonegoro itu.

Setyo Wahono juga menjelaskan, program SapaBupati diintegrasikan dengan perencanaan pembangunan Daerah.

“Sehingga perencanaan dilakukan berbasis aspirasi dan pengaduan warga,” tambah adik kandung Prof. Dr. Pratikno Menteri Koordinator PMK Pada Kabinet Merah Putih Periode 2024 – 2029

Wahana SapaBupati, menurut dia, didukung mekanisme penanganan pengaduan jelas dan terukur, serta adanya Tim Respon Cepat-Tanggap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *